0 menit baca 0 %

Generasi Muda Sasaran Empuk Ancaman Radikalisme dan Narkotika, Mahyudin Papar Strategi Penangkalnya

Ringkasan: Riau (Inmas) Generasi muda atau yang biasa juga kita kenal dengan generasi emas adalah aset bangsa yang harus diselamatkan dari pengaruh Globalisasi yang semakin kurang bisa dikontrol oleh bangsa Indonesia. Sementara Indonesia merupakan negara dan bangsa yang kaya raya sumber daya alam, budaya bahka...

Riau (Inmas) – Generasi muda atau yang biasa juga kita kenal dengan generasi emas adalah aset bangsa yang harus diselamatkan dari pengaruh Globalisasi yang semakin kurang bisa dikontrol oleh bangsa Indonesia. Sementara Indonesia merupakan negara dan bangsa yang kaya raya sumber daya alam, budaya bahkan manusianya. Maka sangat disayangkan, bila generasi muda bangsa Indonesia khususnya masyarakat Riau menjadi korban keganasan narkoba dan penyusupan intoleransi dan bibit radikalisme.

Hal itu diutarakan Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA saat memberikan sambutan pada kegiatan Orientasi Pendidikan Wawasan Kebangsaan dan pencegahan radikalisme, narkotika di lingkungan madrasah se-Riau Tahun 2019 di Fave Hotel Pekanbaru, Kamis 23 Mei 2019.

Mahyudin mengatakan ancaman narkoba dapat menghancurkan masa kini dan masa depan anak bangsa, untuk itu melalui kegiatan orientasi itu generasi muda termasuk lingkungan madrasah memiliki ketahanan yang kokoh guna melindungi bangsa dan negara dari berbagai ancaman termasuk narkoba.

 “Stakeholder yang ada disatker Kemenag temasuk madrasah, harus punya strategi, bagaimanapun sasaran empuk pertama adalah siswa/i kita yang ada di madrasah”, sebutnya.

Setidaknya ada sejumlah poin yang harus dijalankan dalam strategi pencegahan radikalisme dan naroktika di sekolah/madrasah. Pertama,  Guru harus mentransformasikan dirinya menjadi pendidik  yang benar benar mendidik. “Hal ini tidak lepas dari misi kebangsaan mencerdaskan kehidupan bangsa”, imbuh Mahyudin.

Kedua, Guru harus mampu mengemas keterampilan mengajar yang menarik kreatif dan iniovatif, dan merangsang siswa berpikir kritis. Ketiga, masuknya bibit radikalisme ke sekolah, Stakeholder berperan penting melakukan pembinaan kepada jajarannya yang terdeteksi intoleran.

Terakhir, perlu terus melakukan sosialisasi terkait wawasan kebangsaan dan pencegahan radikalisme penting disosialisasikan kepada para stakeholder agar bisa ditindak lanjuti dalam upaya membekali generasi muda dimadrasah termasuk pondok, sebutnya.

 “Antisipasi sedari dini itu penting, karena tidak tertutup kemungkinan pemahaman yang keliru dan narkotika masuk ke madrasah, dan ini adalah persoalan berat bangsa maka peran penyuluh sangat dituntut dalam upaya memberikan pencerahan kepada masyarakat, termasuk peran semua guru dalam mencerdaskan generasi bangsa kedepan”, ujarnya.

 “Dengan wawasan kebangsaan yang baik, tentu masyarakat akan memahamai pentingnya keutuhan NKRI “, tukasnya.(vera/faj)