0 menit baca 0 %

Gema dzikir dan shalawat pada peringatan HSN 2017 Kab. Rokan Hilir

Ringkasan: Rokan Hilir (inmas)- Ratusan santri Pondok Pesantren di Bagansiapiapi bersama wali santri dan warga sekitar menggemakan dzikir dan sholawat Nabi Muhammad SAW, Ahad malam Senin (22/10). Kegiatan bertemakan meneguhkan peran santri dalam bela Negara, menjaga Pancasila dan NKRI .

Rokan Hilir (inmas)- Ratusan santri Pondok Pesantren di Bagansiapiapi bersama wali santri dan warga sekitar menggemakan dzikir dan sholawat Nabi Muhammad SAW, Ahad malam Senin (22/10). Kegiatan bertemakan “meneguhkan peran santri dalam bela Negara, menjaga Pancasila dan NKRI”. Kegiatan Rokan Hilir Berdzikir dan Bersholawat ini digelar untuk memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) ke-3 tahun 2017.

Kegiatan yang diisi dengan dzikir, shalawat dan taushiah ini ini dihadiri Wakil Bupati Rokan Hilir H. Jamiluddin, Pengasuh-pengasuh dan para ustadz Pondok Pesantren se Bagansiapiapi, Ketua Dewan Masjid Indonesia Kab. Rokan Hilir H. Wazirwan Yunus, sebagian Kepala Dinas/Badan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, PC GP Ansor dan para undangan lainnya.

Kegiatan ini sangat penting dalam melakukan pendewasaan para santri tentang esensi santri dalam rangka cinta tanah air, memaksimalkan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) harga mati serta mempertahankan dasar negara Pancasilan dan UUD tahun 1945. Hal ini disampaikan Ketua panitia sekaligus Ketua PC GP Ansor Rokan Hilir Ust. Muhammad Mukim saat menyampaikan sambutan panitia.

“jiwa bela negara, menjaga NKRI, merawat Pancasila dan UUD 1945 adalah kewajiban kita sebagai anak bangsa, terlebih para santri,” ungkapnya.

Peringatan HSN ke-3 tahun 2017 ini diisi dengan pembacaan shalawat yang dikemas dalam bentuk syair-syair penuh naaihat, dilanjutkan dengan orasi perjuangan dan taushiah oleh guru thariqoh qodiriyah dan naqsabandiyah dari Sumatera Selatan.

Sementara itu Bupati Rokan Hilir H. Jamiluddin, mengajak kepada hadirin agar menitipkan putra putrinya di pondok pesantren. Karena pesantren untuk saat ini adalah lembaga pendidikan yang lebih dipercaya untuk pembinaan mental sepiritual anak. Beliau juga mengatakan agar tidak usah minder menjadi santri, harus bangga menjadi antri, karena saya pun alumni pondok pesantren Hubbul Wathan Duri.

“jangan kira seorang santri tidak bisa jadi pejabat, contohnya saya,” ujarnya.

Lebih lanjut Wabup berharap ke depan santri hendaknya harus memaksimalkn diri dalam mencari ilmu. Sudah tidak ada dikotomi antara santri dan pelajar, nanti setelah turun pada masyarakat atau dalam mencari pekerjaan, semua mempunyai peluang dan kesempatan yang sama.

Sementara KH. Musaffa dalam taushiahnya menyampaikan bahwa santri itu adalah cikal bakal seorang pemimpin sebagaimana arti huruf pada kalimat santri. Menurutnya kalimat SANTRI ini memiliki arti huruf S adalah Santun berakhlak mulia, A adalah ajeg atau istiqomah dalam mencari ilmu, N adalah nasehat, T adalah taqwallah, R adalah ridhollah dan I adalah ikhlas.

“Oleh karena itu santri minimal harus selesai S1 sehingga maksiml dalam terjun ke masyarakat ada 6 (enam) syarat ilmu itu akan diperoleh. Meliputi cerdas, ada semangat mencari ilmu, sabar, mempunyai biaya dan bekal, ada yang mengajar dan ada waktu panjang untuk menempuh semua ilmu-ilmu itu,” katanya.

Disisi lain Ketua PC NU Rokan Hilir H. Sakolan mengajak hadirin untuk bersyukur atas nikmat Allaah. Terlebih bersyukur atas penghargaan negara kepada yang namanya santri dengan dijadikannya tanggal 22 Oktober sebagai hari santri nasional (HSN).

Selantutnya H. Sakolan juga mengajak jamaah untuk memperbanyak dzikir dan shalawat. “banyaklah berdzikir agar negeri ini tercurah rahmat dan terhindar bala dan banyaklah bershalawat agar kelak mendapat syafaat dari Nabi Muhammad,” ajaknya. (Nsh)