Pekanbaru
(Inmas) Animo masyarakat Indonesia untuk
melanjutkan studi pendidikan tinggi ke negara Timur Tengah cukup tinggi. Hal
ini dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah pendaftar yang terjadi setiap
tahun, sebagaimana disampaikan Direktur PTKI Arskal Salim di sela-sela
pengarahannya saat Rapat Kordinasi Persiapan Seleksi Calon Mahasiswa S-1 ke
Timur Tengah Tahun 2020 pada 22/01/2020, sebagaimana dilansir website
diktis.kemenag.go.id.
Dalam rakor tersebut, disampaikan bahwa jadwal tahapan
seleksi studi S-1 ke Timur Tengah yang secara rutin ditaja Kementerian Agama
(Kemenag) RI, untuk tahun 2020 direncanakan akan dilaksanakan pada bulan April.
Seleksi dilakukan untuk program beasiswa dan non beasiswa. Ada 3 (tiga) negara
yang menjadi tujuan, yakni negara Mesir, Sudan, dan Maroko. Seleksi ditujukan
untuk menyaring lulusan Madrasah Aliyah/Pondok Pesantren atau sekolah potensial
untuk mengikuti studi ke negara Timur Tengah. Tujuan lainnya, tentu untuk
mempersiapkan generasi terbaik dalam bidang ilmu keislaman dan Bahasa Arab
dalam rangka melahirkan calon ilmuan yang mumpuni dan memiliki kapasitas
keilmuan yang memadai.
Langkah strategis yang disiapkan MAN 4 Pekanbaru,
untuk menyiapkan peserta didiknya agar dapat ikut dalam seleksi rutin studi
timur tengah ini, adalah dengan memfasilitasi peserta didik untuk ikut dalam
berbagai program pembelajaran kokurikuker dan ekstrakurikuler, disamping
tentunya secara reguler dilaksanakan melalui program pembelajaran
intrakurikuler.
"Kita akan terus memfasilitasi dan terus
mentransfer pengetahuan studi ke timur tengah kepada siswa, melalui ragam model
dan pendekatan pembelajaran", ujar Cholid, S.Pd, MA Ketua TPMM yang juga
menjadi tutor dalam kelas timur tengah ini, bersama dengan Ega Anggaraini,
S.Pd.I. (Zhendri)