0 menit baca 0 %

Gelar Seminar Sampena HGN dan PGRI Ke 73, Disdikbud Siak Soroti Soal LGBT dan Pentingnya Peran Guru

Ringkasan: Siak (Inmas) - Sempena Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (HUT PGRI) ke-73 dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2018, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Siak menggelar acara seminar pendidikan dengan mengusung tema Guru Sebagai Penggerak Pendidikan Karakter Dalam Ran...

Siak (Inmas) - Sempena Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (HUT PGRI) ke-73 dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2018, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Siak menggelar acara seminar pendidikan dengan mengusung tema “Guru Sebagai Penggerak Pendidikan Karakter Dalam Rangka Menyikapi Pergaulan Bebas Remaja”, Senin (26/11/2018) pagi, bertempat di Gedung Daerah Sultan Syarif Kasim II Siak. Salah satu yang menghadiri kegiatan tersebut adalah, Kepala Seksi Pendidikan Islam Kankemenag Siak, Resman Junaidi, S.HI.

Berdasarkan informasi sebagaimana dilansir oleh infosiak.com, para peserta yang hadir dan mengikuti acara seminar tersebut merupakan para guru dan Kepala Sekolah (Kasek) dari seluruh sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Siak. Sementara itu, Sekretaris Panitia Seminar Pendidikan Fahrurrozi S.Pd M.Pd, menjelaskan, seminar pendidikan yang ditaja/digelar oleh PGRI Siak itu diikuti sekitar 2.000 peserta lebih. “Seminar pendidikan di HUT PGRI yang kita gelar di Gedung Daerah Siak itu pesertanya ada sekitar 2.106 orang. Sedangkan narasumbernya kita datangkan dari Pusat dan Provinsi,” jelas Fahrurrozi, Selasa (27/11/2018) pagi.

Menyinggung soal tema yang diusung pada acara seminar tersebut, Fahrurrozi dengan tegas mengatakan, melihat kondisi pergaulan kaum remaja saat ini, memang sangat perlu disampaikan kepada para guru agar di sekolah-sekolah diterapkan/diajarkan secara serius tentang pendidikan karakter. Termasuk dalam hal mengantisipasi prilaku pergaulan bebas yang disebabkan oleh pengaruh Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT). “Kami berharap, melalui acara seminar pendidikan ini nantinya para guru bisa lebih termotivasi dalam menerapkan dan mengajarkan tentang nilai-nilai pendidikan karakter kepada para siswa, terutama dalam hal mengantisipasi pengaruh LGBT yang kemungkinan bisa merambah di sekolah-sekolah,” imbuhnya.

Saat ditanya soal iuran/biaya yang dikenakan kepada para peserta seminar, Fahrurrozi mengatakan, masing-masing peserta dikenakan Rp. 100.000 untuk biaya kebutuhan pembelian buku panduan. Disamping itu para peserta juga diberikan sertifikat/piagam oleh panitia penyelenggara. “Usai mengikuti seminar, para peserta kita berikan piagam/sertifikat dan buku panduan tentang pendidikan karakter,” tutupnya. (Hd)