0 menit baca 0 %

Gea berharap mampu menjadi Penyejuk dalam menangkal berita Hoax pada acara Ngopi bersama Menag

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) Menanggapi Undangan dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Bimbingan Masyarakat Katolik dalam hal ini menghadiri acara Ngopi, Sapa dan Salam yang diselenggarakan  Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau di UIN Sultan Syarif Qasim tepatnya di Gedung Isla...

Pekanbaru (Inmas) Menanggapi Undangan dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Bimbingan Masyarakat Katolik dalam hal ini menghadiri acara Ngopi, Sapa dan Salam yang diselenggarakan  Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau di UIN Sultan Syarif Qasim tepatnya di Gedung Islamic Center, Kamis 04 Mei 2018.

Acara yang dimulai sejak Pukul 11.00 Wib ini diikuti oleh Pembimbing Masyarakat Katolik, Alimasa Gea, M.Pd  beserta 60 Orang Guru Agama Katolik yang menjadi utusan dari 12 Kabupaten/ Kota yang ada di Provinsi Riau.

Pembimbing Masyarakat Katolik, Alimasa Gea, M.Pd menyampaikan ini merupakan salah satu bentuk Perhatian Pemerintah terkhusus kementerian agama dalam melaksanakan pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan di Provinsi Riau dikarenakan  mampu melaksanakan komunikasi langsung dengan Umat beragama yang ada di Provinsi Riau.

Gea menambahkan disamping menjalin silaturahmi hendaknya kedatangan  Bapak menteri Agama mampu menciptakan komunikasi yang  lebih transparansi sehingga mampu memotivasi semua jajaran yang ada di Kementerian Agama  agar menjadi Penyejuk  bagi masyarakat  terutama dalam menyikapi  isu-isu intoleran, radikalisme dan terorisme yang marak berkembang di tengah- tengah Masyarakat. Menangkal berita Hoax itu adalah Tugas Kita paparnya mengakhiri.

Selaku Guru Agama Katolik di SMPN 12 Pekanbaru, Riana menyampaikan kedatangan menteri harus mampu merangkul semua agama yang ada di Provinsi Riau, bukan saja ada dalam bentuk kata tetapi harus nyata dalam bentuk tindakan, sehingga akan tercipta toleransi yang bisa menghargai keberadaan setiap agama yang ada di Indonesia.

ditambahkan oleh Corry Simanjuntak,selaku Guru di SMPN 1 Duri, Pendidikan Agama Katolik semakin diperhatikan dan mampu memposisikan  bahwasanya Bimas Katolik merupakan Mitra Keagamaan yang baik.(belen)