Riau (Inmas) āSebuah penelitian merupakan sebagai reference based di dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi keberhasilan program pembangunan agama dan keagamaan dalam prespektif pendidikan.
Maka Tim peneliti Balai Litbang Agama Jakarta (BLAJ) Ismail Zubir dan Ma'mun SAg dalam masa 10 hari iniĀ melakukan pengumpulan data penelitian tentangĀ āāEvaluasi Pembangunan Bidang Agama Dalam Perspektif PendidikanāĀ di Provinsi Riau. Kegiatan pengumpulan data yang dikemas dalam Focus Group Discusion (FGD) ini digelar Aula Kabag TU Kemenag Riau pada Kamis (05/03/2020).Ā Ā
Hadir dalam kegiatan FGD ini Kabag TU Erizon Efendi SAg MPd, Pembimas Buddha Tarjoko, Pembimas Katolik Ali Masagea, Plh Kabid Penaiszawa Drs H Asril,Ā Ketua Pokjahulu Suhardi, Ketua Pokjaluh H Basri, Perencana Keuangan Nofri Yandra,Ā Ā dan sejumlah staf serta undangan lainnya.Ā
Dihubungi terpisah, Ismail menyebut saat pelaksanaan program, awalnya perlu dilakukan ujicoba, sehingga tidak perlu sasaran dan lokasi banyak, yang dibutuhkan adalah menghasilkan program yang benar-benar produktif, efektif, dan efisien. Jika tujuan program ini tercapai, selanjutnya dapat direplikasi ke sasaran dan lokasi yang lebih luas. Jika program tersebut sudah dilaksanakan beberapa tahun (lima tahun) maka program tersebut harus dievaluasi untuk melihat dampak keberhasilannya.
Hasil evaluasi dampak program tersebut dapat dijadikan dasar untuk menetapkan apakah program itu bisa dilanjutkan, disempurnakan, atau dihentikan, sambungnya.
MenurutĀ Ismail Zubir, penelitian ini bertujuan menggali potensi sasaran capaian kinerja Kanwil Kemenag Riau. Hasil penelitian ini diharapkanĀ dapat dijadikan basis menjawab semua pertanyaanĀ dalam menyusun anggaran kegiatan di Kementerian Agama untuk tahun-tahun mendatang.
Ā āāHarus kita akui selama ini penelitian masih belum mencakupĀ aspek secara keseluruhan,Ā baru sebatas level pusat, belum pada daerah. Melalui FGD ini paling tidak bisa menjawab serta mengetahui kontribusi dan faktor-faktor apa saja yang menentukan berhasil atau tidaknya capaian target sasaran kinerja selama ini, kendala program serta mengukur program-program capaian kinerja yang akan ditargetkan di tahun mendatang,āā kata Ismail.
Ismail juga mengatakan fokus rumusan masalah dalam FGD kali ini adalah pemahaman antar umat beragama terkait kerukunan antar umat beragama dan potensi ekonomi keagamaan serta pemanfaatan layanan kehidupan keagamaan.
Hasil penelitian iniĀ akan dijadikan bahan menyusun renstraĀ pada Maret 2020 mendatang. Namun untuk mendapat gambaran lengkap dari penelitian ini masih butuh waktu,Ā masih ada tahapan yang harus dilalui untuk menggali potensi capaian target sasaran kinerja di jajaran Kanwil Kemenag Riau ini.
Ā āāProses ini baru akan berjalan, kita masih membutuhkan dokumen dan wawancara yang mendalam. Kalau dokumen sudah kita dapatkan, akan segera kita keluarkan hasil penelitiannya,āā ujarnya.
Menanggapi hal ituĀ Kabag TU Erizon Efendi mengharapkanĀ hasil-hasil penelitian di atas bisa dijadikan landasan bagi Kanwil Kemenag Provinsi dan Kemenag Kabupaten/ Kota, Lembaga-lembaga keagamaan terkait, maupun pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya untuk perumusan kebijakan, pengambilan keputusan, naskah akademik, dan penyempurnaan berbagai pedoman pelaksanaan program pembangunan agama dan keagamaan di Riau.(vera)