Pekanbaru (Humas) - Rata-rata gaji guru Raudhatul Athfal (RA) di Kota Pekanbaru hanya Rp 200.000 perbulan. Dengan sagu hati sebanyak itu, seberapa besar harapan kita untuk membangun generasi muda Islam di negeri ini? Dan bukankah umur 4 – 6 tahun itu adalah umur emas untuk membentuk karakter anak?
Demikian disampaikan ketua IGRA (Ikatan Guru Raudhatul Athfal) Kota Pekanbaru Nuriswanto S Pd di sela-sela kegiatan Pelatihan Meningkatkan Mutu Guru RA di aula Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Pekanbaru, Kamis (23/1).
Pelatihan ini menghadirkan 150 orang peserta se kota Pekanbaru. Turut hadir pada kesempatan itu Ketua IGRA Provinsi Riau Setiawati S Sos dan sekretaris IGRA Kota Pekanbaru Dewi Alwisa dan pengurus lainnya. Pembicara pada kesempatan itu H Mansyur dan lain-lain dari Kanwil Kemenag Provinsi Riau.
Pada kesempatan itu, Nuriswanto, Kepala Sekolah RA Khairu Ummah Payung Sekaki ini berharap kepedulian besar dari pemerintah, baik Pemprov Riau, Pemko Pekanbaru maupun Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau dan Kemenag Kota Pekanbaru bagi RA.
“Kalau untuk MI sampai MA ada anggaran khusus di Kementerian Agama, kami mohon ke depan, RA juga begitu. Kami berharap marilah kita memikirkan ini secara serius,” harap Nuriswanto.
“Kita pun mengakui bahwa perhatian dari pihak terkait yang saya sebutkan tadi sudah ada selama ini, namun ke depan kita mohon bantuannya untuk lebih maksimal,” lanjutnya.
Nuriswanto juga menyayangkan penduduk Kota Pekanbaru yang mayoritas muslim kurang minat memasukkan anaknya ke RA. Ke depannya Nuriswanto berharap kaum muslim mau menyekolahkan anak-anak mereka ke RA karena ia pandang jumlah yang masuk ke RA jauh lebih sedikit dibandingkan masuk ke PAUD.
Selain itu, menurut Nuriswanto lagi, bahwa rata-rata tingkat pendidikan tenaga pengajar di RA selama ini hanya tamatan SLTA. Ke depan ia berharap kepada pembuat dan pemegang kebijakan di pemerintah agar para guru RA bisa diberikan beasiswa atau semacamnya untuk bisa melanjutkan studi sampai ke perguruan tinggi. Ia juga mohon kepada pihak-pihak pembuat dan pemegang kebijakan agar selalu mengadakan pelatihan dan pembinaan kepada guru-guru RA tersebut. Hal ini untuk perbaikan generasi bangas ke depan. Hal senada juga disampaikan ketua IGRA Provinsi Riau Setiawati S Sos. (ghp)