0 menit baca 0 %

Gairahkan Kembali Seni Budaya Islam, Bimas Islam Lakukan Revitalisasi di Riau

Ringkasan: Riau (Inmas)- Subdit Seni Budaya Islam Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI menggelar kegiatan revitalisasi seni budaya islam di Provinsi Riau, 22 hingga 24 Februari 2018 di Hotel Premiere Pekanbaru. Acara dibuka langsung oleh Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, Drs H Tarmizi T...

Riau (Inmas)- Subdit Seni Budaya Islam Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI menggelar kegiatan revitalisasi seni budaya islam di Provinsi Riau, 22 hingga 24 Februari 2018 di Hotel Premiere Pekanbaru.

Acara dibuka langsung oleh Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, Drs H Tarmizi Tohor MA, didampingi Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, Kabid Penaiszawa diwakili Kasi Pengembangan Seni Budaya Islam, MTQ dan Hadis H Masjekki Amri S Sos M SI, Sekertaris Umum Lasqi Riau, Drs H Asril Kamis (22/2/2018) di Hotel Premiere Pekanbaru.

Sekertaris Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, Drs H Tarmizi Tohor MA usai acara pembukaan kepada Tim Inmas mengatakan, Revitalisasi yang digelar selama 3 hari tersebut diikuti oleh 50 orang peserta terdiri dari seniman dan budayawan pusat dan daerah se Provinsi Riau dengan tujuan untuk membangkitkan kembali seni budaya Islam di Indonesia, termasuk di Provinsi Riau yang mulai terabaikan oleh waktu.

"Kita lihat beberapa kirim waktu belakangan ini seni budaya islam mulai terabaikan, seperti qasidah, rebana dan lainnya. Dan dikhawatirkan akan dikuasai oleh seni non Islami, untuk itu perlu di revitalisasi agar seni Islam kembali dicintai oleh masyarakat, mulai dari remaja hingga orang tua. Dan kita di Kementerian Agama akan mengupayakan hal ini dengan menggelar program- program yang berbau seni budaya Islam," ungkapnya.

Ditambahkan Kakanwil Kemenag Riau, Drs H Ahmad Supardi MA, bahwa revitalusasi penting dilakukan karena banyak seni seni budaya Islam yang terlupakan, bukan hanya seni suara, tapi juga seni tulis, arsitektur, kaligrafi dan lainnya.

"Dengan revitalisasi ini kita berharap agar seni- seni budaya Islam di Provinsi Riau dapat bangkit lagi dan dicintai oleh masyarakat Islam, bukan hanya oleh kalangan tertentu,” harapnya.

Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Riau melalui Kasi Pengembangan Seni Budaya Islam, MTQ dan Hadis H Masjekki Amri S Sos M SI mengatakan, kegiatan yang digelar oleh Direktorat Bimas Islam mendapat apresiasi yang tinggi dari Kemenag Riau, karena selama ini keberadaan seni budaya Islam tidak berada dibawah pengawasan Kementerian Agama.

“Saat ini dan kedepan kegiatan seni budaya Islam seperti Lasqi akan berada dibawah Kementerian Agama dan kepengurusan Lasqi sudah melibatkan Kementerian Agama. Dengan demikian pengembangan seni budaya Islam dapat lebih terkontrol dan dilakukan pemantapan pengembangan pengembangan lebih lanjut dari daerah ke nasional,” ungkapnya.

Sementara itu Sekretaris Umum Lasqi Riau, Drs H Asril MA, mengungkapkan, perkembangan seni budaya Islam cukup terpuruk di Provinsi Riau, sehingga perlu langkah- langkah strategis untuk pengembangannya.

“Dengan kegiatan ini saya berharap seni budaya Islam dapat lebih ditingkatkan sehingga diminati dan dicintai, bukan hanya kalangan tertentu tetapi juga generasi muda kita,” harapnya. (mus/eka)