Pekanbaru (Inmas) – Perkembangan TIK yang semakin pesat mendorong Bidang TIK beserta jajarannya harus jeli dan melakukan perubahan secara berkala. Perjalan website Kemenag RI yang dikelola oleh Pusat Informasi Kemenag RI sudah banyak mengalami perubahan demi kemajuan pelayanan informasi publik. Hal inilah yang selalu dijadikan alasan penting dalam melakukan koordinasi secara berkala atau pun insidental oleh Bidang TIK Pinmas Kemenag RI.
Video Conference yang sudah mulai dilakukan sesering mungkin dapat mempermudah koordinasi yang dilakukan, seperti halnya kegiatan Rapat Koordinasi Teknologi Informasi dan Komunikasi yang ditaja oleh Bidang TIK Pinmas Kemenag RI melalui video conference yang dihadiri oleh Subbag Inmas Kanwil Kemenag Wilayah Jawa dan Sumatera, Kamis (19/5).
“Rapat koordinasi TIK ini dilakukan untuk menyampaikan beberapa hal terkait perkembangan TIK yang dapat mendukung kinerja kita selama ini dan dilakukan melalui video conference agar dapat langsung menjangkau beberapa titik provinsi secara bersamaan dan kegiatan ini pun dilakukan dibagi menjadi 2 jadwal,” jelas Gufron, Kabid TIK Pinmas.
Lebih lanjut Gufron menjelaskan beberapa hal penting, “Saya selalu mengingatkan mengenai penggunaan e-mail kedinasan domain kemenag.go.id yang wajib digunakan oleh seluruh satker Kemenag diseluruh provinsi Indonesia. E-mail kedinasan ini merupakan wujud dari legalitas surat yang dikirim selain itu keamanan surat penting dan rahasia pun terjaga karena penyimpanan data itu milik kita sendiri.”
Koordinasi mengenai Bidang TIK tidak hanya membahas mengenai penggunaan e-mail, tapi mengenai pengelolaan website yang pada tahun akan datang akan diserahkan seluruhnya pada tiap provinsi. Hal ini merupakan wujud dan pembuktian bahwa setiap provinsi memiliki kreativitas dan inovasi dalam memberikan pelayanan informasi publik.
“Rencana pada tahun 2017 nanti, saya menggagas kepada tiap provinsi untuk melakukan website mandiri, dalam artian website tidak lagi dikelola oleh Pinmas, kami hanya menyediakan hosting dan portal sedangkan desain website diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing provinsi tentunya dengan anggaran masing-masing,” jelas Gufron.
Gagasan website mandiri ini merupakan tantangan terbesar bagi setiap kanwil untuk menekuni dunia IT lebih mendalam bahkan untuk pencapaian anggaran maksimal tupoksi Subbag Inmas pada tiap provinsi. Gagasan ini juga diterima dengan gembira walaupun pada tiap daerah masih menerima dengan rasa khawatir akibat dari cyber crime. Akan tetapi semua itu harus dicoba dan dilakukan agar memperoleh plus dan minus dari gagasan ini secara nyata. (nvm)