Focus Discussion Penyusunan Pagu Indikatif 2019 se-Sumatera
Riau (Inmas) - Bertempat di Hotel Arya Duta Pekanbaru, pada Sabtu (24/02) berlangsung kegiatan Focus Discussion Penyusunan Pagu Indikatif 2019. Kegiatan yang diikuti Kasi Bimas Islam, Perencana Keuangan se-Sumatera dibuka langsung oleh Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Muhammadiyah Amin pada pukul 19.30. Hadir pada diskusi tersebut Kabag Perencanaan Ditjen Bimas Islam Kemenag RI H Andik Pabenteng, Kasubbag Perencana Ihsan Bayu Merdeka.
Pada kegiatan bertajuk diskusi tersebut Muhammadiyah Amin menjelaskan beberapa hal urgen tentang penyusunan pagu indikatif dan sejumlah program Ditjen Bimas Islam Kemenag RI.
Sedikitnya tentang himbauan para Kabid di untuk memprioritaskan intensitas komunikasi dengan para penyuluhnya. Melanjutkan pesan Menag ditekankannya himbauan kepada para Kabid untuk menjalankan beberapa program Bimas Islam dengan istilah SAPA (menyapa para penyuluh sebagai corong Kemenag di tengah masyarakat, SALAM (silaturrahmi lembaga keagamaan dan ormas), revitalisasi KUA, dan lainnya.
 Ia menghimbau agar seluruh Kanwil khususnya sebagai perpanjangan tangan dari Bimas Islam Kemenag RI adalah tanggung jawab Kabid. "Seluruh Kabid musti tahu dan paham tentang administrasi dan segala hal yang terkait dengan regulasi anggaran.Â
Dikatakannya PR Bimas Islam cukup banyak ketimbang unit eselon I lainnya. "Kemenag harus punya program ketahanan keluar, dan itu berada dipundak Bimas Islam", jelasnya. Selain itu hal hal lain yang perlu diperkuat adalah segala yang terkait dengan pembinaan, terutama bimbingan tentang pernikahan, mengingat semakin tingginya angka perceraian hari ini.
"Orang yang beruntung adalah seseorang yang bisa membuat hari ini lebih baik dari hari kemaren, sebaliknya akan merugi jika hari ini sama saja dengan hari kemaren", sebutnya menyampaikan prinsip yang harus dipegang dalam menjalani peran apapun dalam hidup. Maka kita harus optimis Tahun 2018 ini harus lebih baik dari tahun lalu, ucapnya memberi spirit.(vera)