0 menit baca 0 %

FKUB Rohil bahas aliran kepercayaan "PARMALIN"

Ringkasan: Rokan Hilir (inmas) Bertempat di ruangan rapat Sekretariat Forum Kerukunan Umat Beraga (FKUB) Kab. Rokan Hilir digelar rapat rutin 3 bulanan pengurus FKUB, Rabu (5/4). Rapat ini bertujuan untuk membahas isu-isu terkini yang berkembang di tengah masyarakat terkait dengat kerukunan umat beragama (KUB)...

Rokan Hilir (inmas) Bertempat di ruangan rapat Sekretariat Forum Kerukunan Umat Beraga (FKUB) Kab. Rokan Hilir digelar rapat rutin 3 bulanan pengurus FKUB, Rabu (5/4).

Rapat ini bertujuan untuk membahas isu-isu terkini yang berkembang di tengah masyarakat terkait dengat kerukunan umat beragama (KUB), aliran dalam agama, aliran kepercayaan dll, termasuk susunan pengurus FKUB.

Rapat ini dibuka dan dipimpin langsung oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Rokan Hilir Drs. H. Jon Syafrindow, M. Si
Rapat dihadiri oleh seluruh pengurus FKUB, perwakilan dari Kementerian Agama Kabupaten dan Pemerintah Daerah Kab. Rokan Hilir.

Pada rapat tersebut dibahas tentang adanya laporan dari masyarakan bahwa didaerah Simpang Benar terdapat sebuah aliran kepercayaan yang bernama PARMALIN. Seluruh pengurus dipersilakan untuk menyampaikan pengetahuannya tentang kepercayaan Parmalin.

Dari hasil diskusi bisa disimpulkan bahwa Parmalim adalah merupakan sebuah kepercayaan 'Terhadap Tuhan Yang Maha Esa' yang tumbuh dan berkembang di Sumatera Utara sejak dahulukala. "Tuhan Debata Mulajadi Nabolon" adalah pencipta manusia, langit, bumi dan segala isi alam semesta yang disembah oleh "Umat Ugamo Malim" ("Parmalim").

Awalnya, Parmalim adalah gerakan spiritual untuk mempertahankan adat istiadat dan kepercayaan kuno yang terancam disebabkan agama baru yang dibawa oleh Belanda. Gerakan ini lalu menyebar ke tanah Batak menjadi gerakan politik atau 'Parhudamdam' yang menyatukan orang Batak menentang Belanda. Gerakan itu muncul sekitar tahun 1883 atau tujuh tahun sebelum kematian Sisingamangaraja XII, dengan pelopornya Guru Somalaing Pardede. (nsh)