FKUB Riau Gelar Raker Tahun 2009
Ringkasan:
Pekanbaru, 15/12 (Humas)- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Riau, Selasa (15/12) menggelar Rapat Kerja (Raker) FKUB Provinsi Riau Tahun 2009 bertempat di Hotel Sri Indrayani Jl. Sam Ratulangi Pekanbaru. Hadir Dalam Acara pembukaan, Kakanwil Depag Riau, Kapolda Riau, Danrem 074 Wirabima,...
Pekanbaru, 15/12 (Humas)- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Riau, Selasa (15/12) menggelar Rapat Kerja (Raker) FKUB Provinsi Riau Tahun 2009 bertempat di Hotel Sri Indrayani Jl. Sam Ratulangi Pekanbaru. Hadir Dalam Acara pembukaan, Kakanwil Depag Riau, Kapolda Riau, Danrem 074 Wirabima, Danlanud, Ormas Islam se Provinsi Riau, Tokoh Agama, Pengurus FKUB Provinsi Riau, pejabat eselon III dan IV di lingkungan Kanwil Depag Riau dan peserta raker berjumlah 80 orang.
Ketua FKUB Provinsi Riau Drs Ali Munir Asany dalam sambutannya mengatakan, Untuk menciptakan kerukunan umat beragama merupakan hal yang sangat kompleks, sehingga diperlukan suatu wadah dalam bentuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang dibentuk oleh masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah dalam rangka membangun, memelihara, dan memberdayakan umat beragama untuk kerukunan dan kesejahteraan. Maka untuk itu dibentuklah sebuah forum yang diberi nama FKUB.
Dalam hal ini FKUB Provinsi Riau ikut berperan aktif dalam membantu pemerintah Provinsi Riau dalam mewujudkan masyarakat yang agamis dan harmonis di tengah kehidupan umat beragama khususnya di Riau. Untuk itu setiap warga negara wajib memelihara kerukunan, merajut kebersamaan dalam perbedaan demi persatuan dan keutuhan bangsa dan negara republik Indonesia.
Sementara Kakanwil Depag Riau, Drs H Asyari Nur SH MM dalam arahannya mengatakan, kerukunan merupakan sesuatu yang sangat berharga dan mahal harganya. Agar terwujudnya program tersebut FKUB harus membangun kemitraan dengan seluruh jajaran birokrasi dan aparatur negara dari pusat sampai daerah. Selain kemitraan dapat dibangun dengan lambaga keagamaan, lembaga swadaya masyarakat, pemuka agama, tokoh masyarakat, dan media massa.
Meskipun Oganisasi ini tidak di tunjang dengan dana yang memadai, tapi dengan keterbatasan itu FKUB Provinsi Riau maupun FKUB Kabupaten/Kota telah mampu menjalankan fungsi dan tugasnya dengan baik. Hal ini dapat dilihat sepanjang tahun 2009 tidak ditemukannya konflik atau perpecahan antar umat beragama di Riau. Masyarakat Riau dapat hidup rukun dan damai meski berbeda agama tampa merusak tatanan kehidupan umat beragama. Hal ini mencerminkan bahwa masyarakat Riau sudah memahami makna kerukunan itu sendiri. (js)