Kuansing (Kemenag) — Suasana sore di Desa Sampurago, Kecamatan Hulu Kuantan, terasa berbeda setiap kali waktu magrib tiba. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema lembut dari Masjid Baitul Amanah. Di sana, tampak sekelompok anak-anak duduk rapi dengan kitab Iqra’ dan Al-Qur'an di tangan, penuh semangat belajar membaca kalamullah. Di antara mereka, hadir sosok yang menjadi penggerak kegiatan ini, Fitri Dewi Muspika, Penyuluh Agama Islam yang dengan ketulusan hati membimbing generasi muda mencintai Al-Qur’an.
Fitri telah lama dikenal sebagai penyuluh yang aktif turun langsung ke masyarakat. Melalui program “Magrib Mengaji”, ia berupaya menumbuhkan semangat anak-anak untuk menjadikan waktu magrib sebagai momen penuh keberkahan. “Belajar Al-Qur’an bukan hanya tentang membaca, tapi juga menanamkan cinta dan kedekatan dengan Allah sejak dini,” ujarnya dengan penuh haru.
Kegiatan mengaji ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi sarana membangun karakter anak-anak agar tumbuh menjadi generasi Qurani. Dengan pendekatan lembut dan penuh kasih, Fitri selalu berusaha menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Ia mengajarkan bahwa mengaji bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, asalkan ada niat dan kemauan untuk belajar.
Warga Desa Sampurago pun mengaku bangga dan berterima kasih atas dedikasi sang penyuluh. “Anak-anak kami jadi lebih rajin ke masjid, mereka semangat belajar Iqra’ dan Al-Qur’an. Kami sangat bersyukur atas bimbingan Bu Fitri,” ungkap salah satu orang tua murid.(05/11/25)
Semangat yang ditanamkan Fitri Dewi Muspika menjadi bukti nyata bahwa dakwah tidak selalu harus di mimbar besar. Dengan keikhlasan dan kepedulian, ia berhasil menyalakan cahaya iman di hati anak-anak desa.
Melalui langkah-langkah sederhana, Fitri terus menebar inspirasi bahwa mencintai Al-Qur’an adalah jalan menuju kebahagiaan dan kemuliaan hidup. (FDM)