0 menit baca 0 %

Fasilitas Representatif Wujudkan Pelayanan Haji Prima

Ringkasan: Bengkalis (Inmas)- Kasi PHU Kemenag Kabupaten Bengkalis H Abdul Hamid terkait masalah biaya penyelenggaraan ibadah jamaah haji menyampaikan bahwa sejak Tahun 2013, biaya domestik sudah ditanggung oleh Pemda Bengkalis bahkan untuk perlengkapan dan pakaian pun dibantu oleh Pemda untuk Jamah haji Bengk...

Bengkalis (Inmas)- Kasi PHU Kemenag Kabupaten Bengkalis H Abdul Hamid terkait masalah biaya penyelenggaraan ibadah jamaah haji menyampaikan bahwa sejak Tahun 2013, biaya domestik sudah ditanggung oleh Pemda Bengkalis bahkan untuk perlengkapan dan pakaian pun dibantu oleh Pemda untuk Jamah haji Bengkalis hingga kecamatan.

Sehubungan dengan masalah dokumen terutama pasport, Kemenag Bengkalis mengarahkan agar segera membuat pasport bagi yang belum punya, beliau juga mengingatkan terutama dalam penulisan nama jamaah, yang tertera di dokumen harus sesuai dengan dengan nama CJH yang ada di BPIH yang harus terdiri dari tiga suku kata.

Untuk Tahun 2016 ini pihak Pemda sedang mempercepat, menyusun dan menyiapkan anggaran biaya domestik jamaah haji sehingga pengumuman dan pelunasan juga lebih cepat. Sementara itu untuk daftar tunggu hingga 17 Tahun kedepan sebanyak delapan ribuan jamaah. Yang terdiri dari delapan Kecamatan, dimana dua Kecamatan Mandau dan Pinggir direncanakan akan diberangkatkan dengan kloter lain.

Mengingat untuk kwantitas satu kloter itu harus terpenuhi secara proporsional sebanyak 445 orang, sementara jamaah yang sudah tercatat melebihi kuota tersebut sampai saat ini yaitu 485 orang jamaan haji.

Selanjutnya sehubungan dengan masalah dokumen para jamaah yang termasuk dalam daftar tunggu, H Abdul Hamid mengatakan bahwa terkait dengan segala bentuk dokumen masih berada di masing- masing jamaah, dikhawatirkan jika sudah dikumpulkan di Kankemenag, keamanan dan penataan dokumen tidak maksimal.

“Jika fasilitas representatif tentu pelayanan prima pun akan mudah dilakukan pada jamaah kita”, harapnya.

Pun mengenai gedung Siskohat (Pusat Pelayanan haji Terpadu) seperti yang sudah direalisasikan oleh pemerintah Kabupaten Siak. H Abdul Hamid mengaku sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak mengenai keinginan Kemenag yang sudah lama untuk mendirikan gedung siskohat di Bengkalis, karena hal ini sudah kita koordinasikan dengan pemda dan PU setempat mengenai harapan tersebut jauh hari sebelumnya. (vera/dnms)