0 menit baca 0 %

Faisal Ilahi, Cinta Alquran Sejak Kanak- Kanak

Ringkasan: Riau (Inmas)- Prestasi Faisal Ilahi di Kancah Internasional atau Dunia bukan prestasi yang seketika muncul atau kebetulan saja, tetapi diraih dengan upaya dan perjuangan dengan menanamkan rasa cinta Al Qur an sejak kecil.Hj Mijaswati yang ditemui disela- sela menyambut kepulangan putra sulungnya, Se...

Riau (Inmas)- Prestasi Faisal Ilahi di Kancah Internasional atau Dunia bukan prestasi yang seketika muncul atau kebetulan saja, tetapi diraih dengan upaya dan perjuangan dengan menanamkan rasa cinta Al Qur’an sejak kecil.

Hj Mijaswati yang ditemui disela- sela menyambut kepulangan putra sulungnya, Selasa (28/11/2017) mengatakan, sejak Taman Kanak- Kanak (TK) Faisal Ilahi yang saat ini berusia 23 Tahun sudah menunjukkan kecintaanya pada Alquran.

“Alhmadulillah keinginannya dari kecil mau menghafal Alquran terwujud hingga kejenjang SMP dan SMA. Pada tahun 2006 untuk melanjutkan pendidikannya di bidang Tahfiz saya antar ke Pondok Pesantren Tahfizh Nurul Qur’an Bekasi hingga ia berhasil memfasehkan hafalan 30 juznya selama 4 tahun, dan sekarang ananda bekerja sebagai Imam Masjid Agung di Al Barqah Kota Bekasi,” ujarnya penuh rasa syukur.

Walau tidak ada keturunan Tahfizul Qur’an, Faisal Ilahi yang sudah ditinggal oleh Ayahnya pada tahun 2010 lalu, bersama ke 3 adiknya yang semuanya perempuan memang sangat mencintai Alquran, bahkan si bungsu yang saat ini duduk di kelas 3 SMP di Kampung juga sudah hafal 7 Juz.

“Anak- anak semuanya hobi dengan Alquran, karena keinginan kuatnya mau menghafal setiap hari memang di ulang setiap hari selalu meminta Alquran itulah yang selaludia hadapi setiap hari. Ini Adalah cita- citanya dari kecil pengen menjadi penghafal Alqur'an itu, termasuk adik- adiknya,” ungkapnya dan berharap prestasi yang telah didapatkan oleh Faisal Ilahi tetap membuatnya tawadhu dan istiqamah kepada Allah SWT.

Faisal Ilahi pada kesempatan tersebut juga sempat menceritakan sedikit tentang MTQ Internasional Bahrain yang diikutinya. Merupakan pengalaman pertama baginya mengikuti even MTQ Internasional dengan peserta dari 54 negara dengan keunggulan yang cukup luar biasa, mulai dari bacaan, kemampuan, dan kefasehan membaca Alquran.

“Kejuaraan yang saya raih di even Musabaqoh ini semata mata anugrah dari Allah SWT dan doa dari semua masyarakat Indonesia dan Riau khususnya. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama dan Pemerintah Provinsi Riau serta tokoh masyarakat ulama yang di atas doa yang disampaikan untuk saya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepada Kemenag dan Pemerintah Provinsi Riau dapat mengangkat potensi- potensi anak Riau yang cukup besar. Sehingga akan lahir generasi Qurani yang cinta Alquran. (mus/eka/anto/faj/juki)