Riau (Inmas) - Dalam masalah agama dan keagamaan Kepala KUA dan penghulu memiliki peranan istimewa ditengah masyarakat. Mereka diharapkan dapat mengejawantahkan ilmu dan fatwa yang benar terkait problema yang timbul ditengah umat.
Oleh karenanya mereka harus membuka mata dan telinga untuk bisa mempelajari segala bentuk akar masalah yang terjadi ditengah masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Kakanwil Kemenag Riau saat membuka secara resmi kegiatan Musabaqah Baca Kitab kuning dan KTI di jajaran penghulu, di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru Minggu (18/06).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diharapkan akan menumbuhkan rasa kecintaan untuk mempelajari kitab kuning. Mengingat ulama ulama terdahulu sekelas Ibnu Sina Al Ghazali memiliki tradisi yang kuat dalam membaca dan mendalami berbagai kitab.
Selain itu terkait dengan karya tulis ilmiah Ahmad berpesan agar budaya menulis itu dihidupkan terus, ย agar apapun yang kita pernah tuangkan bisa dibaca dan dimanfaatkan oleh banyak orang dan generasi setelah kita, ujarnya. "Maka menulislah, mulai saja dari apa yang kita tahu, toh nantinya akan mengalir sendiri ide ide cemerlang dari kita, asal jangan pernah membiasakan copy paste tulisan orang, ucapnya. Hal itu akan dapat mematikan kreativitas berfikir dan mematikan daya otak kita.
Bagi peserta baca kitab dan karya tulus ilmiah terbaik akan mewakili Riau ke even nasional yang insyaallah akan dihelat Oktober mendatang di Jawa Barat.
Untuk penghargaan, tak tanggung tanggung Kakanwil menjanjikan kedepannya bagi pemenag lomba KTI dan baca kitab yang dapat meraih juara pada even nasional akan diberi apresiasi dalam bentuk ibadah haji, tekan Kakanwil memberi spirit. Hal ini bukan janji muluk muluk, karena beberapa tahun yang lalu untuk pemenang kitab kuning berskala provinsi saja, kita pernah memberangkatkan sang juara baca kitab ke Mekkah, ujarnya lagi.
"Jangan hanya puas sampai disini saja, tekannya. Berkaryalah dengan kemampuan dan skill masing masing, bangkitkan lagi semangat membaca kitab kuning ditengah masyarakat. Jika awalnya MQK itu untuk diperlombakan untuk santri. Sekarang telah kita kembangkan untuk Kepala KUA dan penghulu juga.
Semoga kegiatan yang kita selenggarakan ini akan membangkitkan produktivitas kita dalam bekerja melayani umat secara maksimal, tutupnya mengakhiri sambutan.(vera)