Riau (Inmas) - Musabaqoh Bahsil Kutub dan Karya Tulis Ilmiah yang diadakan di hotel Prime Park dari 26-27 Juni 2019 melibatkan sejumlah narasumber yang kompeten yakni dosen dari UIN Mawardi Sholeh, Lingkungan Kanwil Kemenag Riau.
“Insyaallah dewan juri yang kompeten bisa melahirkan para ahli bahsil quutub dan karya tulis ilmiah yang berkualitas di tingkat Nasional”. Harap Kasi Kepenghuluan usai acara pembukaan kepada Humas.
Sedangkan Pesertanya merupakan utusan pemenang dari tingkat Kabupaten/kota. Masing masing pemenang dari Kabupaten/ kota itu kembali dipertemukan dalam lomba di tingkat provinsi. Untuk tahap awal diambil juara terbaik I, II dan III.
Kemudian tahap selanjutnya, dari tiga terbaik tersebut akan diambil juara I yang akan membawa nama provinsi Riau di kancah Nasional.
“Mudah mudahan performa peserta terbaik tahun ini bisa lebih menunjukkan eksistensi dan kapabilitasnya di event nasional yang akan digelar pada September mendatang”, ujarnya.
Dalam waktu yang cukup panjang ini, peserta terbaik nanti bisa mempersiapkan diri secara matang dalam kegiatan nasional, sebut Udah Heridah.
Kabid URAIS dan Binsyar Drs Afrialsah Lubis MPd mengatakan kegiatan Musabaqoh Bahsil Kutub dan Karya Tulis Ilmiah diikuti oleh 12 Kabupaten/kota.
Ia mengungkapkan penilaian yang dilakukan terhadap 12 Kabupaten /kota ini akan diuji oleh tim penguji. Untuk Bahsil Kutub pengujinya dari Kanwil Kemenag Riau, Janheri, Dr Mawardi dan Drs Yusuf Ahmad. Sementara Penguji untuk karya tulis ilmiah adalah Kabid URAIS dan Binsyar Kanwil Kemenag Riau, Pr Dr Isjoni dan Dr H Suwardi MA dari KUA Kecamatan Lima Puluh.
Ia menyebutkan bobot penilaian lebih ditekankan kepada qiraahnya dengan bobot 40 dan untuk Fashohah 20.
Sedangkan untuk karya tulis ilmiah, kriteria penilaian lebih ditujukan pada hasil karya ilmiah, presentase dari karya tulis ilmiah masing masing nilainya 100.
Ia mengurai dua kategori tersebut dibagi dalam lima kelompok: tata cara penulisan karya ilmiah, materi yang dibahas, presentase, waktu presentase.
Mahyudin selaku Kanwil Kemenag Riau menumpangkan harapan besar melalui kegiatan rutin yang digelar sekali dalam setahun itu.
Ia mengharapkan peserta terbaik dari perlombaan ini diharapkan mendapat pembekalan dan bimbingan khusus yang berkelanjutan dari para ahli dan pakar yang di Riau.
Tiga penguji yang telah dipilih, diharapkan mampu membekali peserta yang menjadi pemenang dengan strategi tertentu menuju even nasional.
Karya tulis ilmiah juga diharapkan mampu melahirkan penulis yang mampu bersaing secara ketat di even nasional mendatang,sebutnya.
Mahyudin menghimbau para jajaran Kasi yang di bidang URAIS bisa menggenjot kemampuan peserta melalui pembinaan yang serius.
“Tanpa pembekalan dan bimbingan, belum tentu hasil terbaik yang kita harapkan terwujud, saya optimis jika peserta dibekali kita bisa bicara di event nasional mendatang”, ucapnya.(vera/faj)