Pekanbaru (Humas) – Rapat evaluasi anggaran 2013 dan Penyerahan DIPA tahun 2014 dilingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau dilaksanakan di Aula Kanwil Kemenag, Selasa (24/12), rapat tersebut di hadiri oleh pejabat eselon III di lingkungan Kanwil Kemenag Prov.Riau, Ka.Kankemenag Kabupaten/Kota se-Riau dan Kasubbag yang ada di bawah Kabag TU Kanwil Kemenag Riau.
Dalam evaluasi anggaran tersebut yang langsung di pimpin oleh Kabag TU, H.M Saman, S,Sos. M.Si, yang didampingi Kasubbag Perencanaan, H. Anasri M.Pd, terungkap bahwa untuk anggaran 2014 diseluruh satker Kanwil Kemenag Riau ada yang mengalami kenaikan dan ada juga yang mengalami penurunan anggarannya, dalam pemaparannya Kabag TU menyampaikan pagu anggaran tahun 2014 pada pelaksana tugas teknis lainnya mengalami kenaikan 17,62% dari tahun sebelumnya, pada prasarana aparatur kemenag naik 2,21% dari tahun sebelumnya, Bimas Islam turun 0,72 %, Pendis naik 21,60 %, Bimas Kristen naik 13,77 %, Bimas Hindu turun 0,44 % dan Bimas Budha naik 159,62 % dari tahun sebelumnya, papar Kabag TU. Sedangkan penganggaran pada Sekjen Unit Eselon I pada Kanwil Kemenag Riau mengalami penurunan dari tahun 2013 sejumlah Rp.15.533.447.000,00- yang pada tahun 2014 hanya 14.775.804.000,00- turun sekitar 4,88 %, untuk Kemenag Kota Pekanbaru naik 7,42 % dari tahun sebelumnya, begitu juga dengan Kemenag lainnya ada yang mengalami kenaikan dan ada yang turun dari anggaran sebelumnya, urai Kabag menjelaskan.
Pada intinya, anggaran yang mengalami kenaikan penyebab utamanya adalah pemenuhan pembayaran tunjangan profesi guru dari tahun 2008 s/d 2014 yang diperkirakan mencapai 104 miliar, namun pembayaran tersebut dilaksanakan berdasarkan prosedur dan persyaratan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, kenaikan lainnya juga disebabkan oleh adanya pembangunan gedung FKUB pada 3 Kabupaten, adanya penambahan penyuluh agama Budha yang cukup signifikan yaitu 159,62 % serta penganggaran untuk satker baru yaitu Kantor Kemenag Kab.Kepulauan Meranti sebanyak Rp.3.207.318.000,00-.
Adapun anggaran yang mengalami penurunan yaitu pada anggaran pelayanan perkantoran, pengurangan ini berasal dari pusat langsung, kita berharap dengan peningkatan dan penurunan anggaran tersebut akan dapat memaksimalkan kinerja kita dalam melaksanakan tugas pelayanan keagamaan pada masyarakat, pungkas Kabag mengakhiri pembicaraan. Sementara itu, realisasi anggaran tahun 2013 per tanggal 30 November berdasarkan data dari e-mpa baru terealisasi Rp.29.408.815.779,00- dari total anggaran sebanyak Rp.39.278.497.000,00-, maka pada bulan Desember ini kita sudah harus menghabiskan anggaran yang tersisa sebanyak Rp.986.968.122,00- lagi dan anggaran yang belum terealisasi ini berada di Bidang Pendis, tambah anasri.(AZ)