0 menit baca 0 %

Etika dan Moral Pemuda Dalam Islam

Ringkasan: Siak (Humas) - Akhlak adalah hal yang terpenting dalam kehidupan manusia karena akhlak mencakup segala pengertian tingkah laku, tabi’at, perangai, karakter manusia yang baik maupun yang buruk dalam hubungannya dengan Khaliq atau dengan sesama rnakhluk.

Siak (Humas) - Akhlak adalah hal yang terpenting dalam kehidupan manusia karena akhlak mencakup segala pengertian tingkah laku, tabi’at, perangai, karakter manusia yang baik maupun yang buruk dalam hubungannya dengan Khaliq atau dengan sesama rnakhluk.

Rasulullah saw bersabda: “ Sesungguhnya hamba yang paling dicintai Allah ialah yang paling baik akhlaknya”. Demikian dikatakan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Siak Drs. H. Muharom, saat menjadi narasumber pada kegiatan Pelatihan Dasar Kepemimpinan Bidang Kepemudaan yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kab. Siak, Selasa , 25/03/14 di Hotel Royal Siak.

Dalam paparan materinya yang berjudul “Etika dan Moral Pemuda Dalam Islam”, Kepala Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Siak mengungkapkan, timbulnya kesadaran serta pendirian etika dan moral merupakan pola tindakan yang didasarkan atas nilai mutlak kebaikan. Etika merupakan sinonim dari akhlak. Kata ini berasal dari bahasa Yunani yakni ethos yang berarti adat kebiasaan.

Sedangkan yang dimaksud kebiasaan adalah kegiatan yang selalu dilakukan berulang-ulang sehingga mudah untuk dilakukan seperti merokok yang menjadi kebiasaan bagi pecandu rokok. Sedangkan etika menurut filsafat dapat disebut sebagai ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan mana yang buruk dengan memperhatikan amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran. Moral berasal dari bahasa latin yakni mores kata jamak dari mos yang berarti adat kebiasaan. Sedangkan dalam bahasa Indonesia moral diartikan dengan susila. Sedangkan moral adalah sesuai dengan ide-ide yang umum diterima tentang tindakan manusia, mana yang baik dan mana yang wajar. Antara etika dan moral memang memiliki kesamaan. Namun, ada pula berbedaannya, yakni etika lebih banyak bersifat teori, sedangkan moral lebih banyak bersifat praktis. Menurut pandangan ahli filsafat, etika memandang tingkah laku perbuatan manusia secara universal (umum), sedangkan moral secara lokal. Moral menyatakan ukuran, etika menjelaskan ukuran itu. Menurut Drs. H. Muharom, sebagai generasi penerus, pemuda harus selalu beretika dan memiliki moral yang baik dalam kehidupan sehari-hari demi terciptanya kehidupan yang rukun dan damai. Terkait peran pemuda sebagai generasi penerus, Beliau mengatakan bahwa pemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya. “Peran pemuda yang mesti terwujud adalah sebagai Pewaris Pejuang Bangsa, Penerus Perjuangan, serta Perekat dan Pemersatu. Pemuda mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan yang menjadi tolak ukur harapan Bangsa dan Negara pada masa yang akan datang, terutama dalam pembentukan sikap dan akhlak. ada empat peran pemuda dalam Islam antara lain : 1. Sebagai penyambung generasi kaum beriman, 2. Sebagai pengganti orang-orang yang beriman yang telah terjadi degradasi Iman, 3. Sebagai reformer spiritual terhadap kaum yang telah menyimpang dari agama, 4. Sebagai unsur perbaikan. Untuk mewujudkan peran tersebut terutama dalam membina Moral dan Akhlak pemuda di dalam Islam haruslah menumbuhkan kesadaran serta memelihara nilai-nilai Agamis agar prilaku mencerminkan norma Agamis yang berlandaskan dengan syari’at yang bersumber kepada Al-Qur’an dan Al-Hadist, Imbuh Drs. H. Muharom. (Awl)