0 menit baca 0 %

Empat Syarat Menjadi Petugas Haji Handal dan Profesional, Begini Kata Direktur Bina Haji

Ringkasan: Riau (Inmas) Bertempat Di Arya Duta Hotel Jakarta, pada Rabu (12/12) Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI menggelar rapat Teknis Persiapan Rekrutmen Calon Petugas Haji 1440 H/2019 M. Kegiatan ini diikuti oleh pejabat dilingkungan Direktur bina haji, Kepala Bidang PHU 34 propinsi, K...

Riau (Inmas) – Bertempat Di Arya Duta Hotel Jakarta, pada Rabu (12/12) Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI menggelar rapat Teknis Persiapan Rekrutmen Calon Petugas Haji 1440 H/2019 M. Kegiatan ini diikuti oleh pejabat dilingkungan Direktur bina haji, Kepala Bidang PHU 34 propinsi, Kasi pembinaan haji dan umroh 34 propinsi. Acara dibuka oleh langsung oleh Direktur Bina Haji H Khoirizi H Dasir. Turut hadir pada kegiatan rapat tersebut Kabid PHU Kanwil Kemenag Riau H Erizon Efendi dan Kasi Pembinaan Haji H Abdul Wahid.

Musim haji tahun 1439 H/2018 M kualitas penyelenggaraan ibadah haji meningkat berdasarkan kepuasan jemaah,  peningkatan ini tidak terlepas dari peran Disiplin jemaah haji, Petugas haji, dan Pemerintah arab saudi. Hal itu disampaikan Direktur saat memberikan sambutan sekaligus arahan pada kegiatan rapat yang akan berlangsung selama tiga hari Kedepan 12 s.d 14 Desember 2018.

Dalam pemaparannya, Khoirizi menjelaskan  3 fungsi pokok Direktur Bina haji yakni mempersiapkan jemaah, mempersiapkan petugas, edukasi dan Advokasi.

Kemudian sesuai amanat UU No 13 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Haji Kementerian Agama selaku pengemban amanah, ada 3 hal yg harus dilakukan. Melakukan pembinaan, memberikan pelayanan dan menjamin perlindungan bagi jamaah haji.

Ditegaskannya bahwa rapat  teknis tersebut bertujuan untuk menyerap aspirasi daerah yang akan dituangkan dalam juknis rekrutmen petugas haji tahun 1440 H/ 2019 M. “Tahun 2019 ini peningkatan kualitas ibadah jemaah haji akan menjadi target utama, karena masalah ini belum maksimal dilakukan”, tukasnya.

“Untuk itu petugas haji harus benar-benar yang berniat bertugas, bukan karena mau pergi haji, mau pensiun atau yang sudah gagal tes berkali-kali”, tekannya mengingatkan.

Setidaknya, dari 3 komponen, pembinaan, pelayanan dan perlindungan, selama ini pelayanan dan perlindungan sudah maksimal dilakukan. Pembinaan jemaah yang akan menjadi perhatian utama di tahun 2019 mendatang, sebutnya melanjutkan arahan.

Khoirizi menyayangkan pelaksanaan manasik yang selama ini dilakukan dirasa masih kurang pas, karena dilakukan secara masal, maka untuk selanjutnya harus dibuat secara klaster, jelasnya.

“Para kabid, kasi bina harus benar-benar melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan manasik oleh KBIH, kemenag kab/kota dan KUA. Karena kesempurnaan ibadah jemaah haji akan menjadi tanggung jawab dunia akherat bagi seluruh jajaran direktur bina haji”, himbaunya.

Ia kembali mengingatkan pembinaan terhadap JCH adalah menjadi yang utama, petugas yang mendampingi jemaah mesti orang yang mampu secara ilmu tentang haji, mampu secara pisik, mampu dan siap menjadi petugas, tegas Khoirizi.

Untuk sukses sebagai petugas, paling tidak ada 4 hal yang harus dilakukan lanjutnya, Pertama, seorang petugas haji wajib memahami tugas. Kedua, petugas haji harus mampu mendampingi jemaah sejak berangkat hingga pemulangan. Ketiga, petugas haji dituntut untuk memiliki kepekaan terhadap lingkungan melalui tindakan sosial dan terakhir seorang petugas haji harus mampu  menciptakan kreativitas, tandas Khoirizi menutup arahan.(vera)