0 menit baca 0 %

Empat pembimas mendapat tantangan di Rawil daerah Riau Daratan

Ringkasan: Riau (Inmas) Sebagai wujud nyata  Pelayanan di tengah Masyarakat yang sadar akan kinerja dan keterbatasan dalam melayani, Badan Pengurus Harian Rapat Wilayah Riau Daratan  adakan pertemuan dengan pimpinan Stasi yang ada di Provinsi Riau tepatnya di Kantor Sekretariat Gereja Santa Maria A.

Riau (Inmas) Sebagai wujud nyata  Pelayanan di tengah Masyarakat yang sadar akan kinerja dan keterbatasan dalam melayani, Badan Pengurus Harian Rapat Wilayah Riau Daratan  adakan pertemuan dengan pimpinan Stasi yang ada di Provinsi Riau tepatnya di Kantor Sekretariat Gereja Santa Maria A. Fatima – Pekanbaru, Rabu 04 Juli 2018.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Pembimbing Masyarakat Katolik, Alimasa Gea, M.Pd, Pembimbing Masyarakat Kristen, Sahat Lambok Sihombing M.Pd, Pembimbing Masyarakat Hindu, Nengh Sujati, S.Ag, Pembimbing Masyarakat Buddha yang diwakili  Staf Bimas Buddha, Agus Sulistianto. S.Pd serta staf Bimbingan Masyarakat Katolik.

Acara yang bertajuk ramah Tamah dalam membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia  diikuti oleh Pengurus Dewan Paroki Se- Provinsi Riau serta tokoh agama dari berbagai Paroki yang ada di Provinsi  Riau.

Pastor Yohanes selaku Moderator membuka acara yang diawali dengan Doa oleh Romo Wens, menyambut baik kedatangan keempat Bimas  yang ada di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau yang mau berbagi pengalaman serta ilmu guna membangun komitmen dalam membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“ada kemiripan antara Kristen dan Katolik akan tetapi tidak sama “ papar Pembimas Kristen Mungkin hal itulah yang sering menyebabkan kita sering dianggap satu padahal  jelas sangat berbeda. Ada event  Penting  yang akan diadakan tahun ini, tepatnya bulan Juli Pesparawi yang akan diadakan di Pontianak dan Pesparani buat Umat Katolik.

“dari keempat Bimas yang ada di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Umat Hindulah yang umatnya paling kecil,  hanya ada delapan rumah ibadah yang tersebar di Riau yang terdiri dari 10 Penyuluh Non PNS” tambah Nengah Sujati Selaku Pembimbing Masyarakat Hindu.

Sementara Itu Agus Listianto, mewakili Pembimbing Masyarakat Buddha menyampaikan Prioritas layanan Bimbingan Masyarakat Buddha didaerah terpencil  dan terluar dengan membangun Dhamma seka dan memprioritaskan Bantuan Pada Guru dan Penyuluh di daerah terpencil.

Sementara itu Pembimbing Masyarakat Katolik, Alimasa Gea, M.Pd ada lima Program Layanan Kementerian Agama. Untuk Bimbingan Masyarakat Katolik Pendirian Sekolah Tinggi Pastoral (STP) merupakan salah satu Prioritas yang harus ditindak lanjuti secara serius karena ini menyangkut Kuantitas dan Kualitas Masyarakat Katolik nantinya.Tidak kalah pentingnya registrasi  Rumah Ibadah juga merupakan salah satu hal terpenting  agar kita bisa memperoleh data akurat mengenai Keberadaan Rumah Ibadah yang ada di Provinsi Riau, sebab dari Data yang akurat akan dapat mendongkrak keberadaan umat Katolik di Provinsi Riau tambahnya.

Pertemuan yang terjadi selama kurang lebih tiga jam  dengan para Pembimas Riau ini mendatangkan beberapa pertanyaan  dari  beberapa Pastor yang ada di tiga belas Paroki di Provinsi Riau sekaligus meminta Penyelesaian yang pasti (belen)