0 menit baca 0 %

Empat Orang Guru MTsN Dianugrahi Satyalancana dari Presiden RI

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Empat orang guru Mandrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) di Lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Riau mendapatkan satyalancana dari Presiden Republik Indonesia (RI) DR H Susilo Bambang Yudhoyono. Pemberian Satyalencana tersebut diberikan melalui Kepala Kanwil Kemenag Riau, Drs H Asya...
Pekanbaru (Humas)- Empat orang guru Mandrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) di Lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Riau mendapatkan satyalancana dari Presiden Republik Indonesia (RI) DR H Susilo Bambang Yudhoyono. Pemberian Satyalencana tersebut diberikan melalui Kepala Kanwil Kemenag Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, pada upacara bendera HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus 2010 di Halaman Kantor Wilayah Kemenag Riau. Penerima Satyalancana Karya Satya dengna pengabdian selama 30 tahun di Kemenag diberikan kepada Rosmianur, S. Pd NIP 195810101979032002 jabatan pembina/ guru pembina pada MTsN Pekanbaru Kemag Pekanbaru. Satyalancana Karya Satya masa pengabdian 10 tahun diberikan kepada Adrolaili S Pd I NIP 1970101319970322001 jabatan pembina/ guru pembina pada MTsN Pekanbaru Kemenag Riau, Mardiati M BA NIP 195212241982032002 sebagai pembina/ guru pembina pada MTsN Pekanbaru Kemenag Riau, dan Herita S. Ag NIP 196206041991012001 pembina / guru pembina pada MTsN Pekanbaru Kemenag Riau. Dalam Salinan Keputusan Presiden RI Nomor 23/TK/Tahun 2010 dijelaskan, dalam rangka menghargai PNS yang telah bekerja dengan penuh kesetian kepada Pancasila, UUD Negara RI tahun 1945, negara dan pemerintah serta dengan penuh pengabdian, kejujuran, kecakapan, dan disiplin serta terus menerus paling singkat 10 tahun, 20 tahun atau 30 tahun. Sehingga dianggap perlu menganugerahkan Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya. Pemeberian penganugerahan tanda kehormatan tersebut penting untuk menumbuhkan kebanggaan, sikap, keteladanan, semangat kejuangan, dan motivasi untuk meningkatkan darmabakti kepada bangsa dan negara. (msd)