Riau (Inmas) - Nasib penetapan Embarkasi Haji Riau masih dalam tahap menunggu SK hingga saat ini. Maka pada Kamis, (20/02) Perwakilan Ditjen PHU Kemenag RI bersama Pemprov Riau dengan Kemenag kembali mengadakan rapat untuk membicarakan masa depan Embarkasi haji Antara tersebut.
Kepala Biro Setdaprov Riau Masrul Kasmy mengungkapkan embarkasi haji Antara Riau diperkirakan mampu menampung 450 orang jamaah atau setara dengan satu kloter jamaah haji.
Ia mengatakan bakal ada sejumlah sarana dan prasarana selain kamar jamaah haji, juga akan ada kantor sekretariat Instansi terkait. Seperti Bea cukai, Imigrasi, Angkasa Pura II, KKP, Ruang dokter dan labor. Bahkan ada ruangan yang diperuntukkan untuk petugas pendamping haji sebanyak 50 kamar, termasuk juga dapurnya.
Ia menyimpulkan persiapan baik itu SDM maupun kesiapan pembangunan fisik seperti fasilitas tidak ada masalah berarti. Salah satu fasilitasnya adalah Asrama Haji yang tengah dilengkapi kekurangannya. Semua sarana dan prasarana tersebut sudah dinyatakan layak oleh Ditjen PHU Kemenag RI setelah kunjungan beberapa waktu lalu.Â
“Tahun ini diharapkan jamaah tidak perlu lagi bermalam di Batam”, terangnya. Bagaimanapun masih ada sejumlah fasilitas yang perlu dibenahi jelang diterbitkannya SK penetapan Embarkasi Haji Antara Riau,” sebutnya. Sudah diketahui bahwa Embarkasi Haji Antara Riau ini dulunya adalah Rusunawa Atlet PON 2012. Lebih jauh, Masrul mengungkap pihaknya akan memperbaikinya.
Pihaknya juga menyatakan sudah beberapa kali rapat dengan pihak-pihak yang akan bisa membantu termasuk dari organisasi pemerintah dan juga pihak angkasa pura. “Sekarang ini kita lagi pemantapan yang lebih dalam lagi, Kita undang temen temen kementerian dari Ditjen penyelenggara haji dan umroh Kemenag RI. "Termasuk bu ida dan pak acep yang bertanggungjawab terkait dengan SOP, Karena ini yang paling penting sehingga nantinya kita harapkan ada satu langkah kongkrit terkait tata cara pelaksanaannya.” Harapnya.
Masrul memberikan alasan bahwa pihaknya oleh karena dalam hal embarkasi haji ini baru yang pertama, belum punya pengalaman, Maka ia mengundang pihak kementerian dalam membakukan SOP. Dengan melibatkan banyak organisasi pemerintah maupun kelembagaan yang lainnya, Diharapkannya bisa betul-betul dari awal bisa diprediksi.
“Tadi sudah ada dalam rapat membahas simulasi perihal kedatangan calon jamaah haji mulai dari kabupaten ke provinsi, Mengenai Barang apa saja yang mereka bawa, kemudian sistem imigrasi, juga sistem pelayanan kesehatan,” imbuhnya. Selanjutnya Ia berujar bahwa antisipasi calhaj harus ditentukan dari awal dengan memprediksi kira-kira apa yang menjadi persoalan. Masrul juga mempertanyakan kapan waktunya  pihak yang sudah sangat berpengalaman dari kementerian bisa membantu pihaknya memberikan semacam panduan sehingga nanti bisa dapat SOP didalam pengelolaan haji ini.
“Misalnya dalam kondisi fisik, kuncinya, minta pengecatannya, tersedianya pengeras suara kemudian adanya pembatas dan juga gudang, serta sarana parkirannya. ini semua dari awal tim sudah berkunjung secara fisik sehingga diketahui ada beberapa tambahan-tambahan yang sifatnya untuk kenyamanan jamaah.” Rincinya.
Disamping itu Masrul berharap kepada kabupaten termasuk juga utamanya dari pemprov Pekanbaru untuk membantu juga mengulangi berbagai hal yang berkaitan dengan dukungan-dukungan seperti akses jalan masuk, keindahan dan kebersihannya. "Jadi suasana yang kita inginkan adalah bagaimana seluruh proses yang berkaitan dengan lokasi nantinya sudah clear.” tuturnya.Â
Saat tim Inmas mempertanyakan tingkat prosentase pencapaian target, pihaknya menjawab: “Saya tidak berani katakan berapa persen, tapi kemarin disampaikan oleh pak dirjen, sudah tercapai diatas 90%, pak dirjen kemarin datang meninjau, persiapannya sudah oke tinggal penataan penataan yang sifatnya untuk penyempurnaan saja di embarkasi kita.” tandasnya.(vera/faj)