Batam (Inmas)- Rangkaian proses penerimaan Jamaah Calon Haji (JCH) di Embarkasi Batam (BTH) berjalan lancar dan tertib, meliputi pengambilan nomor kamar, cek kesehatan dan tes urine bagi JCH yang berusia dibawah 50 tahun, pengambilan paspor, living cost, pengambilan gelang dan rekam biometrik.
Ada sedikit yang perbedaan pada proses penerimaan JCH dari tahun- tahun sebelumnya, khusunya pada gelang JCH dan biometrik atau sidik jari dan foto yang terlihat pada proses pemerimaan JCH Kota Pekanbaru, Rabu (18/7/2018) di Aula Arafah 1 Asrama Haji Batam.
H hamdanis S Ag kepala bidang perbekalan PPIH Embarkasi Batam mengatakan, selain berwarna gelang jamaah haji juga dilengkapi dengan sken menggunakan aplikasi QR (Query Code).
Ditambahkan Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, dengan gelang QR akan diketahui data rinci jamaah haji, antara lain identitas, daerah asal, termasuk nomor hotel yang ditempati selama di Arab Saudi. Sehingga memudahkan dalam pelayanan terhadap jamaah, khusunya jamaah nyasar dan tidak mengerti baca tulis.
"Ini salah satu upaya peningkatan pelayanan pemerintah terhadap JCH yang sifatnya lebih efektif dan efisien dengan harapan kualitas penyelenggaraan haji dapat meningkat terus menerus," harap mantan Kakankemenag Rohul ini.
Sementara itu terkait Beometrik (sidik jari dan muka) JCH, Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Riau, H Erizon Efendi S Ag mengatakan, meruapakan salah satu peningkatan pelayanan yang bekerjasama dengan Arab Saudi untuk lebih menghemat waktu jamaah saat kedatangan di Bandarah Arab Saudi.
"Biometrik ini biasanya dilakukan di Bandara baik di Madinah maupun Jeddah, setelah dilakukan evaluasi ternyata memakan waktu yang lama dan terjadi penumpukan jamaah dibandara, untuk itulah berdasarkan kesepakatan biometrik dengan 10 jari dan wajah dilakukan pas pemberangkatan di embarkasi. Kalau biometrik di lakukan dibandara dengan durasi 5 menit untuk setiap jamaah, maka akan habis waktu 5 jam untuk proses 1 kloter. Jika ini bisa di lakuka di embarkasi, maka proses di bandara paling lama 2 jam saja untuk sidik jari 1 dan stempel paspor," jelas Erizon.
Ia mengakui, biometrik memang baru perdana dilakukan di Embarkasi, sehingga masih perlu upaya maksimal untuk terlaksana secara total. Untuk Kloter 1 BTH yang telah berangkat ke Madinah, biometrik Embarkasi baru bisa bekerja 95%. Sehingga kemungkinan akan diulabg di Arab Saudi.
"Mudah- mudahan pada kloter 2 BTH ini biometrik bisa bekerja 100 persen sehingga dapat diterapkan pada seluruh jamaah saat di embarkasi," harapnya. (mus/ady)
Efisiensi Layanan Haji dengan Gelang QR dan Biometrik di Embarkasi
Ringkasan:
Batam (Inmas)- Rangkaian proses penerimaan Jamaah Calon Haji (JCH) di Embarkasi Batam (BTH) berjalan lancar dan tertib, meliputi pengambilan nomor kamar, cek kesehatan dan tes urine bagi JCH yang berusia dibawah 50 tahun, pengambilan paspor, living cost, pengambilan gelang dan rekam biometrik.Ada se...