0 menit baca 0 %

Edwar S. Umar:” Makna Filosofis Berpakaian Melayu”

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas), Pada kegiatan apel mingguan Senin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru, Drs. H. Edwar S. Umar, M.Ag selaku Pembina upacara sampaikan amanahnya dengan mengambil tema makna filosofis berpakain melayu. Senin (06/08). Hadir dalam upacara ini, Ka.


Pekanbaru (Inmas), Pada kegiatan apel mingguan Senin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru, Drs. H. Edwar S. Umar, M.Ag selaku Pembina upacara sampaikan amanahnya dengan mengambil tema makna filosofis berpakain melayu. Senin (06/08).

Hadir dalam upacara ini, Ka. Subbag TU, Drs. H. Efrion Efni, M.Ag, Para Kasi/Penyelenggara, Ka. KUA Se Kota Pekanbaru, Pengawas, Penyuluh, Penghulu, Staf KUA dan Pegawai Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru.

Adapun  makna filosofis pakain melayu; Pertama, pakaian melayu tidak seragam, berwarna warni artinya orang melayu itu terdiri dari beragama suku, bahasa, etnis dan agama, kedua pakaian melayu menutup sampai pergelangan tangan dan mata kaki artinya orang melayu menutup auratnya, tidak suka membuka aib keluarga maupun orang lain,.ketiga: Pakaian melayu itu longgar artinya orang melayu itu suka berlapang dada, tidak sempit. Keempat pakai songket, artinya laki-laki melayu sangat menutup auratnya, pemalu. Jelas Edwar.

Amanah ini beliau sampaikan dalam rangka hari jadi Propinsi Riau ke-61 puncaknya 9 Agustus 2018.  (Idris)