0 menit baca 0 %

e-MTQ, Lahirkan Event Musabaqah Jujur, Bersih dan Transparan

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas)- Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Riau ke 35 Tahun 2016 digelar pada 08 – 16 Oktober 2016 di Pekanbaru. Namun event yang mengusung tema “Aktualisasi Nilai- Nilai Al- Qur’an Sebagai Sumber Insiperasi Membangun Negeri Madani yang Qu...

Pekanbaru (Inmas)- Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Riau ke 35 Tahun 2016 digelar pada 08 – 16 Oktober 2016 di Pekanbaru. Namun event yang mengusung tema “Aktualisasi Nilai- Nilai Al- Qur’an Sebagai Sumber Insiperasi Membangun Negeri Madani yang Qur’ani” sedikit berbeda dari pelaksanaan MTQ sebelumnya.

Karena menurut Kasi MTQ Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Riau, H Mas Jekki Amri, M. Hs, M.M, Kamis (6/10) di ruangannya menyebutkan, untuk pertama kalinya, digitalisasi diperkenalkan sebagai media resmi pelaksanaan MTQ di Provinsi Riau, walau sebelumnya sudah dimulai pada MTQN di Mataram beberapa waktu lalu, yaitu e-MTQ.

Penggunaan aplikasi e-MTQ dalam musabaqah merupakan tindak lanjut keputusan Ditjen BImas Islam Nomor: DJ.III/394 Tahun 2016 tanggal 7 Juni 2016 tentang Pedoman Aplikasi Elektronik Musabaqah Tilawatil Qur’an dibawah tanggung jawab Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Riau dengan Ketua Administrasi oleh Kasi MTQ. Sementara itu untuk penanggungjawab di Kabupaten/ Kota dalam rangka input data peserta adalah Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten dan Kota setempat.

e-MTQ pada MTQ ke 35 Tahun 2016 Tingkat Provinsi Riau dapat diakses oleh publik secara luas di e-mtqriau.net. Aplikasi ini lahir untuk memfasilitasi publik agar dapat mengakses seluruh proses persiapan dan pelaksanaan MTQN secara transparan dan akuntabel, khususnya dalam memantau keberadaan dan pendaftaran peserta atau kafilah yang mengikuti perlombaan MTQ .

“Sebagai salah satu sarana penyebaran syiar Islam, sudah seharusnya masyarakat terlibat, baik langsung maupun tidak langsung, sehingga event ini benar-benar bisa melahirkan musabaqah yang jujur, bersih dan transpran,” ujarnya.

Namun sebagai langkah awal, kata Jeki, untuk menerapan aplikasi e.mtqriau.net yang pertama kali digunakan tahun ini, masih sebatas untuk pendaftaran peserta. Sedangkan untuk penilaian tetap dilakukan secara manual karena sarana dan prasarana yang belum memadai.

“Untuk pengadaan sarana dan prasarana pendukung tentu membutuhkan biaya yang cukup besar, baik oleh Pemda maupun Kemenag. Ini mungkin akan kita pikirkan untuk masa yang akan datang karena penggunaan e-MTQ secara maksimal akan menutup cepa penyimpangan dan pelanggaran yang dapat merusak spirit keberlangsungan Musabaqah,” ungkapnya. (mus)