Indragiri Hulu (Kemenag) – Dalam upaya memperkuat spiritualitas umat dan menanamkan kecintaan terhadap amalan dzikir, Penyuluh Agama Islam ASN pada KUA Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Muhamad Solihin, memberikan penyuluhan dan bimbingan kepada kelompok binaan Majelis Taklim Nurul Falah, Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat pada Sabtu (08/11/2025). Kegiatan ini mengangkat tema “Macam-Macam Dzikir” dengan fokus pembahasan pada keutamaan dzikir La haula wa la quwwata illa billahi wahdahu la syarika lahu, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai’in qadir sebagaimana termaktub dalam kitab An-Nashoihud Diniyyah wal Washoya Al-Imamiyah karya Syaikh Habib Abdullah ibni Alwi.
Dalam penyampaiannya, Solihin menekankan bahwa dzikir bukan sekadar rutinitas lisan, melainkan sarana mendekatkan diri kepada Allah sekaligus penenang jiwa di tengah kehidupan yang semakin kompleks. “Kalimat dzikir ini mengajarkan kita untuk menyadari bahwa segala kekuatan dan kemampuan hanya berasal dari Allah. Dengan memperbanyak dzikir, hati menjadi lebih tenang dan kehidupan lebih terarah,” ujar Solihin di hadapan para jamaah majelis taklim.
Ia juga menjelaskan, pemahaman terhadap makna dzikir akan membawa dampak besar dalam membentuk karakter umat yang sabar, ikhlas, dan berprasangka baik kepada Allah. Menurutnya, kegiatan majelis taklim menjadi ruang strategis untuk menghidupkan nilai-nilai keislaman yang damai dan penuh kasih sayang di tengah masyarakat.
“Majelis taklim adalah benteng spiritual bagi umat. Dari sinilah muncul kekuatan moral dan kebersamaan yang akan memperkokoh kehidupan sosial di tengah masyarakat modern,” tambahnya.
Kegiatan penyuluhan tersebut disambut antusias oleh para jamaah yang merasa mendapat pencerahan baru tentang makna dzikir dan penerapannya dalam keseharian. Melalui kegiatan seperti ini, Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu terus mendorong hadirnya dakwah yang berorientasi pada pembinaan akhlak, penguatan spiritual, serta pengamalan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Dengan pendekatan yang santun dan berbasis kitab klasik, penyuluhan ini tidak hanya memperkaya wawasan keagamaan masyarakat tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa dzikir adalah kekuatan batin yang mampu menumbuhkan ketenangan, keteguhan, dan optimisme dalam menjalani kehidupan.