Indragiri Hulu,(Inmas). Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai jasa para pahlawannya. Terkait hal tersebut, Pemkab Inhu melaksanakan kegiatan Dzikir Bersama untuk memperingati Hari Bersejarah Kota Rengat ke-70. Pusat kegiatan dilaksanakan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota Rengat pada Jum'at 4 Januari 2019 malam hari bersama Forkompinda, anggota DPRD, tokoh masyarakat, ASN Pemkab Inhu, keluarga Kankemenag Kab. Inhu dan masyarakat sekitar kota Rengat.
Sebelum kegiatan Dzikir dilaksanakan, Bupati Inhu H. Yopi Arianto, SE dalam sambutannya mengatakan bahwasanya masyarakat Indragiri pada 70 tahun silam pernah mengalami peristiwa kelam/sejarah yang memilukan, dimana banyak warga Indragiri yang menjadi korban kebiadaban Belanda. Bupati Tulus (bupati Indragiri) turut menjadi korban daripada peristiwa tersebut bersama 2000 an korban lainnya. Dengan Dzikir Bersama ini, kita memohon kepada Allah SWT agar para korban kebiadaban penjajah tersebut kiranya sebagai syuhada=syuhada serta ditempatkan di sisi Allah SWT, serta secara khusus agar Kab. Indragiri Hulu terhindar dari segala bencana/petaka dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.
Kakankemenag kab. Inhu Drs. H. A. Karim, M.Pd.I menyatakan bahwasanya Dzikir Bersama ini dilaksanakan sampai dengan mendekati pukul 00.00 wib, kemudian dilanjutkan lagi pada 5 Januari 2019 dini hari yaitu acara Peringatan Hari Bersejarah Kota Rengat dimana pusat pelaksanaannya di depan rumah dinas Bupati Inhu. Lokasi tersebut merupakan lokasi Tugu Pahlawan sebagai saksi terhadap Sejarah Kota Rengat Berdarah, demikian ungkap beliau pada tim Inmas Kemenag Inhu bersama Ka.Subbag Tata Usaha H. Marjoni, S.Ag,MA sebelum pelaksanaan acara tersebut.(Tulang).