0 menit baca 0 %

DWP Kemenag Kukuhkan Bunda Inklusi dan Luncurkan Unit Layanan Disabilitas

Ringkasan: Tangerang Selatan (Kemenag) - Hari Disabilitas Internasional diperingati setiap 3 Desember. Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Helmi Halimatul Udhma menjadikan momentum peringatan ini untuk mengukuhkan bunda inklusi provinsi sebagai penggerak layanan ramah disabilitas di lingk...

Tangerang Selatan (Kemenag) - Hari Disabilitas Internasional diperingati setiap 3 Desember. Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Helmi Halimatul Udhma menjadikan momentum peringatan ini untuk mengukuhkan bunda inklusi provinsi sebagai penggerak layanan ramah disabilitas di lingkungan Kemenag.

“Pengukuhan ini bukan simbol semata, ini adalah amanah besar, amanah untuk menghadirkan layanan dan kegiatan Dharma Wanita yang ramah disabilitas, menggerakkan keluarga ASN agar semakin sadar inklusi, memastikan bahwa setiap provinsi memiliki ruang aman bagi warga disabilitas untuk belajar dan berkembang,” ujar Helmi Halimatul, di Tangerang Selatan, Rabu (10/12/2025).

Penasihat DWP Kemenag Helmi menyampaikan bahwa bunda inklusi di seluruh provinsi menjadi wajah kasih sayang dan pelindung bagi penyandang disabilitas, terutama di daerah yang akses pendidikannya masih terbatas.

“Saya percaya dengan kepemimpinan ibu-ibu di seluruh provinsi, gerakan inklusi Kementerian Agama akan menjangkau hingga ke pelosok negeri, menyentuh mereka yang selama ini tidak terdengar suaranya dan menghadirkan harapan bagi banyak keluarga,” tuturnya.

Penasihat DWP Kemenag bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar juga meresmikan Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang telah ditetapkan di berbagai level: ULD Kanwil Kemenag, ULD Kemenag Kabupaten/Kota, serta ULD pada satuan pendidikan madrasah. Kehadiran ULD disebut strategis untuk memastikan hak-hak penyandang disabilitas terpenuhi melalui akses pendidikan dan layanan yang setara.

“Bunda inklusi provinsi harus menjadi penyambung suara, penggerak edukasi, dan menjaga martabat saudara disabilitas di daerah masing-masing,” pungkasnya.

Turut hadir, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija, Direktur KSKK Madrasah Nyayu Khodijah, Penasihat DWP Kemenag Helmi Nasaruddin, Ketua DWP Kemenag Sinarliati Kamaruddin, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar. (*)