Kampar (Inmas) – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar, hari selasa (17/05), peringati Isra’ Mikraj Nabi Muhammad SAW, di Aula lantai II Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar. Acara tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA, dan di hadiri Ketua Dharma Wanita Kemenag Kampar Dra Hj Nurias Fairus, Kepala Subbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar H Muhammad Hakam MAg, Abuya Darlis Amali MA, dan Para undangan lainnya.
Dalam acara tersebut Fairus mengatakan, Isra’ Mikraj Nabi Muhammad SAW ini senantiasa harus ingat, karena dalam isra’ mikraj ini banyak peristiwa-peristiwa penting dan hikmah yang dapat kita ambil. Didalam peristiwa isra’ mikraj inilah sholat 5 waktu yang kita kerkakan ini, dijemput oleh Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, melalui momentum isra’ mikraj ini, mari kita semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt, dan selalu bersholawat kepada Rosululloh, Muhammad SAW.
Semetara itu, Ketua Dharma Wanita Kemenag Kampar Dra Hj Nurias Fairus dalam kesempatan yang sama mengatakan, kita sengaja mengadakan acara ini adalah untuk kembali mengingat sejarah tentang peristiwa akbar yang dilalui oleh nabi Muhamamd SAW yakni Isra’ Mikraj, yang akan dijelaskan oleh abuya kita Darlis Amali MA. Sekaligus juga untuk memupuk tali silaturahmi antar sesame Pegawai dilingkungan Kantot Kementerian Agama Kab. Kampar.
Sedangkan Abuya Darlis Amali MA dalam ceramahnya mengupas tentang sejarah peristiwa Isra’ dan Mikraj nabi Muhammad SAW. Beliau mengatakan, Isra’ berarti perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram, Mekah ke Masjidil Aqsa di Baitil Maqdis. Sedangkan Mikraj berarti perjalanan dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha dan terus mengadap ALLAH SWT untuk menerima fardu solat lima waktu sehari semalam bagi umat Islam. Peristiwa Israk dan Mikraj terjadi pada malam senin, 27 Rejab tahun kenabian, bersamaan tahun 622 Masehi.
Sebelum peristiwa Israk dan Mikraj, Nabi Muhammad SAW mengalami pembedahan dada dan perut oleh malaikat Jibril dan Mikail. Hati Baginda SAW dicuci dengan air zam-zam, dibuang ketul hitam (‘alaqah) iaitu tempat syaitan membisikkan was-wasnya. Kemudian dituangkan hikmat, ilmu, dan iman ke dalam dada Nabi Muhammad SAW. Setelah itu dadanya dijahit dan diisi dengan “khatimin nubuwwah”. Selesai pembedahan, didatangkan Buraq untuk ditunggangi Nabi dalam perjalanan misteri yang dinamakan peristiwa Israk dan Mikraj, ucap Abuya Darlis. (Ags)