Pekanbaru-(Inmas) Ditengah
memanasnya kasus Rohingya di Myanmar, banyak sekali yang menyatakan ini
merupakan Permasalahan agama khususnya Buddha, untuk itu Bimas Buddha
melaksanakan Pembinaan Pengurus Lembaga/ yayasan Pendidikan Agama dan Keagamaan
Buddha di Kota Pekanbaru.
Acara yang memakan waktu
selama sehari ini dilaksanakan di Hotel Ameera pada 11 September 2017 dengan
mengundang 30 Orang Pengurus lembaga/ yayasan Pendidikan Agama Buddha dan
Keagamaan Buddha yang ada di Kota Pekanbaru.
" Yayasan Keagamaan
merupakan suatu lembaga yang bergerak dalam bidang Sosial" papar Kepala
Kantor kementerian Agama Kota Pekanbaru, Drs. H.Edward S.Umar, M.Ag mengawali
sambutannya. Ada banyak yayasan Buddha yangÂ
terdaftar dan benar-benar memberi nilai positif buat kita khususnya di
Pekanbaru.
lebih lanjut Edward
Menyampaikan krisis rohingya sebenarnya bukan masalah agama, jika kita
perhatikan dari sejarah nenek moyang penduduk Myanmar yang secara kebetulan
pada saat itu tinggal di Rohingya yang dominan beragama muslim.
ajaran buddha tidak mungkin
melakukan hal seperti itu karena ajaran Buddha mengedepankan cinta Kasih dan
saya yakin semua ajaran agama itu pastinya mengajarkan yang baik.
Ada dua hal yang harus dilalukan agar tidak terjadi perpecahan diantara penganut agama. Pertama keyakinan tidak bisa dipaksakan kepada orang lain, ini merupakan pekerjaan yang sangat sulit dan sampai kapanpun juga justru akan memicu keributan. Kedua jangan berbicara keyakinan dimana itu membahas persoalan ketuhanan, Akidah dan cara beribadah.
Beliau berpesan hendaknya
kita selaku umat beragama melaksanakan dan menerapkan apa yang di tuntut ajaran
agama kita masing- masing, Â dengan kita
memahami apa yang kita imani akan meminimkan terjadinya konflik diantara kita
umat beragama, tandasnya mengakiri.
Selanjutnya Wati S.Ag Selaku
ketua Panitia menyampaikan melalui acara ini semua yayasan Pendidikan agama dan
Keagamaan Buddha yang ada di Pekanbaru semakin solid dalam bekerjasama dalam membentuk
Karakter umat Buddhis menjadi Buddhis sejati. (belen/Afn).