0 menit baca 0 %

Drs. H. Nursya Pimpin Do’a Pada Pembukaan Festival Siak Bermadah Ke 15 Tahun 2017

Ringkasan: Siak (Inmas) Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Ka Subbag TU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Nursya mendapat amanat untuk memimpin pembacaan do a pada pembukaan Festival Siak Bermadah ke 15 Tahun 2017 bertempat di lapangan Siak Bermadah tepat di depan Istana Siak.

Siak (Inmas) – Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Ka Subbag TU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Nursya mendapat amanat untuk memimpin pembacaan do’a pada pembukaan Festival Siak Bermadah ke 15 Tahun 2017 bertempat di lapangan Siak Bermadah tepat di depan Istana Siak. Dalam rangka merayakan ulang tahun Kabupaten Siak yang ke-18 yang jatuh pada tanggal 12 Oktober, Pemkab Siak sekali lagi mengadakan event tahunan yaitu Festival Siak Bermadah. Festival ini Tahun ini merupakan pelaksanaan yang ke 15 kalinya yang dimulai dari tanggal 10-12 Oktober 2017.

Festival Siak Bermadah benar-benar merupakan ajang penampilan seni dan budaya Melayu. Sebagai agenda tahunan dan dalam rangka melestarikan Budaya Melayu Riau, pemerintah Kabupaten Siak menyelenggarakan suatu event yang disebut “SIAK BERMADAH”. Event ini sangat menarik, menghibur dan tentunya menambah wawasan kita,karena bukan hanya sekedar menampilkan berbagai pagelaran seni Melayu saja, tetapi event ini dikemas dalam bentuk perlombaan yang memperebutkan aneka hadiah dan penghargaan yang cukup bergengsi bagi masyarakat Siak Sri Indrapura. Aneka lomba dan kesenian yang ditampilkan pada ajang ini antara lain Tari Tradisional Melayu, Tari Kreasi Melayu, Melawak, Syair, Adat Perkawinan Siak, Nyanyian Lagu Melayu, Nasyid, Berbalas Pantun, Pemilihan Bujang dan Dara. Dalam event ini juga diikuti seniman dari Singapura, Malaysia, Provinsi tentangga seperti Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Jakarta dan kabupaten tetangga Kabupaten Siak.

Saat membuka acara tersebut, Bupati Siak, Drs. H. Syamsuar, M.Si, berharap dapat mempererat silaturahmi dengan negara tetangga sesama Rumpun Melayu dan kabupaten tetangga. Selain itu, hal ini juga merupakan langkah untuk memperkenalkan wisata sejarah dan budaya yang ada di Siak sehingga bisa semakin mendongkrak popularitas khususnya Kabupaten Siak dan Provinsi Riau pada umumnya. Dalam sambutannya, beliau juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta karena festival ini bisa dijadikan sebagai wadah pergelaran seni dan budaya, dan kita dulunya memiliki satu kebudayaan yang sama. (Hd)