0 menit baca 0 %

Drs. H. Nursya: Kuatkan Toleransi, Perhatikan Batasannya

Ringkasan: Siak (Inmas) Sub Bagian Hukum dan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kankemenag Siak bersama Pemerintah Kecamatan Sabak Auh  menggelar dialog lintas agama, Senin(22/05/17) bertempat di aula Kecamatan Sabak Auh.Drs. H. Nursya dari Sub Bag TU Kankemenag Siak yang menjadi pemateri menyampaikan banyak hal t...

Siak (Inmas) – Sub Bagian Hukum dan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kankemenag Siak bersama Pemerintah Kecamatan Sabak Auh  menggelar dialog lintas agama, Senin(22/05/17) bertempat di aula Kecamatan Sabak Auh.

Drs. H. Nursya dari Sub Bag TU Kankemenag Siak yang menjadi pemateri menyampaikan banyak hal terkait kerukunan umat beragama. “Kegiatan ini untuk memperlancar komunikasi antar tokoh agama, budaya dan etnis. Menumbuhkan wawasan, sikap saling menghargai dan mempercayai di antara pemimpin maupun pemuka agama,”

Menurutnya, hal-hal yang dilakukan untuk mencegah konflik antarumat beragama, di antaranya memberikan pemahaman yang benar tentang kehidupan beragama dan menumbuhkan pemahaman pentingnya menjaga keberagaman keagamaan dalam bingkai NKRI.

Mengenai toleransi, perlu dikuatkan kembali, tentu maksudnya adalah dengan memperhatikan batasan-batasan yang mengikat di dalam setiap keyakinan, karena ada permasalahan yang berkaitan dengan ‘aqidah yang tidak ada tawar menawar di dalamnya. Untuk itulah sikap menghargai dan menghormati di dalam perbedaan itu di terapkan.

Ditambahkannya kembali, sikap merasa benar terhadap keyakinan yang dianut memang harus dimilki setiap pemeluk agama, karena itulah yang namanya keyakinan, dan memaki dan mencela keyakinan lain itu merupakan sikap yang salah dan dapat memecah bangsa. Diluar konteks keyakinan yang di anut, adapun jika sikap merasa paling benar sendiri, sedangkan yang lain salah, seperti membangun bangsa ini agak menjadi lebih baik maka sikap itu harus dijauhi.

Untuk itu, terakhir beliau menyampaikan, toleransi harus, kebebasan harus di kuatkan, tetapi bukan toleransi dan kebebasan yang “kebablasan” kuatkan pengamalan agama serta kearifan lokal yang dimiliki maka toleransi itu akan berjalan dengan baik. (Hd)