Siak (Inmas) –
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H.
Nursya menghadiri Pembukaan musabaqah tilawatil quran (MTQ) ke-X tingkat
Kecamatan Mempura yang berlangsung di Mesjid Abdul Jalil Muzaffarsyah Kampung
Benteng Hulu, Sabtu malam (19/4/2019). Acara
pembukaan selain itu juga di hadiri Bupati Siak Alfedri, Anggota DPRD Siak
Sujarwo, Camat Mempura dan sejumlah tokoh masyarakat, anggota persatuan perwiridan
dari tiap kampung serta ratusan masyarakat Kecamatan Mempura.
Dalam
sambutannya, Camat Mempura Desi Fevianti mengatakan, MTQ-X tingkat Kecamatan
Mempura ini diikuti oleh 7 kampung dan 1 kelurahan tersebut, tentunya bertujuan
menjaring para qari qariah terbaik untuk menghadapi MTQ ditingkat Kabupaten
Siak bulan Juni mendatang. Ia mengajak kepada masyarakat melalui acara syiar
al-Qur’an ini lebih meningkatkan kepedulian kepada kaum duafa, melalui ATM
beras yang sudah ada di Kecamatan Mempura terlebih tak lama lagi umat muslim
akan memasuki bulan suci ramadhan sehingga tentunya hal ini dapat meringankan
kesulitan saudara kita yang kurang mampu. "Kami mendorong masyarakat
melalui moment MTQ ini, dapat ngetuk kepedulian sosial, dengan cara bersedekah
melalui ATM Beras yang sudah di siapkan Baznas di masjid kita
ini,"ungkapnya.
Sementara itu,
Bupati Siak Alfedri, saat membuka MTQ ke-X tingkat Kecamatan Mempura
mengatakan, “Momentum MTQ dilaksanakan setiap tahun merupakan upaya
menghadirkan alquran pada kehidupan keseharian kita”, ujarnya, sebagaimana
dikutip dari laman facebook milik
Humas dan Protokol Pemda Siak. “Saat ini ada 1054 tahfiz dari 9 ponpes di
Kabupaten Siak. Tentunya kedepan hafalan alquran tidak hanya diterapkan pada
sekolah pesantren saja, tapi juga dapat dilaksanakan pula di sekolah umum,
sehingga pembinaan akhlaq anak kita semakin baik dan terhindar dari pergaulan negative”,
ujarnya.
Lanjutnya,
Pemerintah Daerah bersama Pimrov Riau kedepan akan menerapkan kebijakan yang
berlandaskan Isi kandungan Alquran, dengan mengkonversi bank daerah menjadi
perbankan syariah. Langkah itu juga sudah dimulai dengan telah ditetapkannya
Riau oleh pemerintah pusat, sebagai salah satu provinsi tujuan pariwisata halal
bersama 2 provinsi lainya yakni Provinsi Sumatera Barat dan Aceh. "Harapan
kita dengan diterapkannya konsep wisata halal, dan lembaga Keuangan daerah
berbasis Syariah, doa kita usaha ini dapat mendatangkan keberkahan bagi daerah
kita kedepanya," tutupnya. (Hd)