Rokan Hilir (inmas)- Selama 8 hari kedepan atau 32 jam pertemuan sebagaimana dalam ketentuan, Jamaah Calon Haji (JCH) yang tergabung Rayon III mengikuti acara bimbingan manasik haji yang dipusatkan di Masjid Al-Falah Kelurahan Sedinginan Kecamatan Tanah Putih.
Hari ini, Selasa (26/6) adalah hari kedua pelaksanaan bimbingan manasik Rayon III. Senin Kemarin telah dilaksanakan pembukaan bimbingan manasik yang dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) H. Hasbullah, S.Ag mewakili Kakan Kemenag Rokan Hilir sekaligus menyampaikan materi.
Di hari kedua ini, sebagaimana dsampaikan koordinator kegiatan Usman, S.Ag Ka. KUA Kec. Tanah Putih bahwa JCH Rayon III berjumlah 50 orang, terdiri dari 17 orang dari Kec. Pujud, 3 orang dari Kec. Rantau Kopar dan 30 orang dari Kec. Tanah Putih. “pelaksanaan bimbingan manasik haji rayon III sudah beberapa tahun ini dilaksanakan di Sedinginan,” jelasnya.
Usman menambahkan bahwa hari kedua ini menghadirkan 2 orang narasumber. Pertama dari Kanwil Kemenag Riau H. Dahlil dan sesi kedua dari Kemenag Rohil Drs. H. Naini, M.Pd.I Kasi Penmad. “sudah dua hari ini alhamdulillah so jamaah yang mengikuti kegiatan ini antusias dan sungguh sungguh,” tegasnya.
Sementara H. Naini saat menyampaikan materi tentang ibadah saat di Madinah atau Masjid Nabawi menjelaskan selama 2 jam.
Ia menjelaskan bahwa berziarah ke Madinah sebenarnya bukan termasuk dalam rangkaian kegiatan ibadah haji. Mereka yang hanya melaksanakan kegiatan haji di Makkah, lalu pulang dan tidak pergi ke Madinah, ibadah hajinya tetap sah. Dalam tata cara manasik haji, semua kegiatan ibadah haji mengambil tempat di Makkah dan sekitarnya. Mulai dari thawaf, sai, wukuf, bermalam (mabit) maupun melempar jumrah. Tidak ada satu aktivitas pun yang mengambil tempat di Madinah. Untuk Indonesia, jamaah haji biasanya dibagi menjadi dua gelombang, I & II. Gelumbang I, diterbangkan ke Madinah dulu baru ke Makkah, sedangkan gelombang II, ke Makkah dulu baru ke Madinah. Lalu apa kegiatan jamaah haji yang biasanya tinggal selama 8 hari di Madinah. “lalu mengapa semua jamaah haji diberangkatkan ke kota tersebut ?,” tanyanya.
H. Naini menegaskan bahwa Madinah adalah kota yang mempunyai kedudukan penting dalam sejarah perkembangan dakwah Islam. Dari kota inilah, Islam memancarkan cahayanya ke seluruh penjuru dunia. Di kota ini, Nabi Muhammad SAW tinggal selama 10 tahun, setelah beliau hijrah dari Makkah yang telah ditinggalinya sejak lahir hingga berusia 53 tahun. Beliau wafat dan dimakamkan di Madinah pada usia 63 tahun.
Di kota ini, kita bisa berziarah ke berbagai tempat dan situs yang bersentuhan langsung dengan perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para Sahabat beliau dalam mengembangkan dakwah Islam di masa-masa awal perkembangannya. Tempat-tempat tersebut teramat mahal untuk dilewatkan begitu saja oleh para jamaah haji.
“Dari sudut pandang agama sendiri, banyak keistimewaan yang dimiliki oleh kota Madinah ini. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “Janganlah kamu bersikeras untuk berkunjung kecuali pada tiga tempat, yaitu Masjidil Haram (Makkah), Masjidku ini (Masjid Nabawi Madinah) dan Majidil Aqsa (Palestina),” ungkapnya.
H. Naini juga menjelaskan bahwa salah satu keutamaan beribadah di masjid Nabawi adalah nilainya lebih dari seribu kali daripada beribadah di masjid yang lain. Keutamaan yang lain adalah apa yang disebut dengan Shalat Arbain, shalat wajib selama 40 waktu di masjid Nabawi. Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) selama empat puluh kali berturut-turut, maka dicatat baginya kebebasan dari neraka, azab dan sifat munafik”. Masa tinggal di Madinah selama 8 hari adalah untuk menggenapkan Shalat Arbain ini. Salah satu tempat yang istimewa di Madinah adalah satu tempat yang berada di dalam komplek Masjid Nabawi yang dinamakan dengan Raudhah, yaitu tempat yang berada di antara mimbar masjid dan makam nabi Muhammad SAW. Sabda beliau, “Tempat di antara kubur dan mimbarku ini adalah Raudhah (taman) di antara taman-taman surga”. Setiap peziarah yang datang ke Madinah selalu berusaha untuk bisa beibadah di tempat ini karena itu tempat ini selalu penuh dan sesak. Alhamdulillah, tahun lalu ketika berziarah ke Madinah, penulis diberi kemudahan sehingga dapat berikitikaf dan beribadah di Raudhah ini selama beberapa kali.
Lebih jauh narsum menjelaskan beberapa tempat lain yang biasanya diziarahi oleh para jamaah haji antara lain adalah Masjid Quba, masjid yang pertama kali didirikan oleh Nabi Muhammad SAW, saat beliau baru tiba di Madinah.
Diakhir paparannya H. Naini mendoakan para JCH semoga diselamatkan, disehatkan dan dilancarkan selama menjalani proses ibadah haji. “don doakan kami juga agar bisa berziarah ke Baitullah, amin,” pungkasnya. (Nsh)