0 menit baca 0 %

Drs. H. Muharom: Penyuluh Harus Menguasai Fiqhul Waqi

Ringkasan: Siak (Inmas) - Dalam sambutannya saat membuka kegiatan pembinaan Penyuluh Agama Non PNS Kankemenag Siak, Kepala Kankemenag Siak, Drs. H. Muharom mengatakan bahwa tugas Penyuluh Agama Islam saat ini dihadapkan pada suatu kondisi masyarakat yang berubah dengan cepat yang mengarah pada masyarakat fungs...

Siak (Inmas) - Dalam sambutannya saat membuka kegiatan pembinaan Penyuluh Agama Non PNS Kankemenag Siak, Kepala Kankemenag Siak, Drs. H. Muharom mengatakan bahwa tugas Penyuluh Agama Islam saat ini dihadapkan pada suatu kondisi masyarakat yang berubah dengan cepat yang mengarah pada masyarakat fungsional, masyarakat teknologis, masyarakan saintifik dan masyarakat terbuka yang didukung oleh pesatnya perkembangan teknologi dan sumber informasi.

Dengan demikian setiap penyuluh agama Islam mesti secara terus menerus meningkatkan pengetahuan, wawasan dan pengembangan diri serta tekhnik dalam penyampaian ke masyarakat dengan apa yang disebut dengan istilah Fiqhul Waqi (Fiqih Realitas), sehingga ada korelasi faktual terhadap kondisi dan kebutuhan masyarakat. Selain itu, Drs. H. Muharom juga menyampaikan bahwa tantangan para penyuluh agama Islam tidaklah ringan.

Sebagai langkah awal, tentunya akan melalui proses yang diawali dengan pembinaan diri pribadi dan keluarga. Setelah itu baru meningkat pada pembinaan masyarakat. Oleh karena itu, penyuluh agama Islam harus bisa menjadi suri teladan yang baik di masyarakat , pesannya dihadapan 112 orang peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

Selanjutnya Muharom juga mengingatkan kepada para penyuluh disamping memberikan kajian-kajian ilmu dan pemahaman agama, untuk selalu memberikan pembinaan terhadap pelaksanaan ibadah yang sifatnya praktis dan fleksibel seperti melaksanakan ibadah sholat jamak dan qasar ketika sedang melakukan perjalanan dan kegiatan Magrib mengaji. Jangan membingungkan umat dan membuat yang nyeleneh-nyeleneh seperti heboh baru-baru ini ada pembacaan Pancasila saat sa i-lah, ada yang baca sya ir cinta Negara saat sa I, ini semua mesti diperhatikan , ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Muharom juga menyampaikan agar selalu waspada terhadap berita dan informasi bohong (berita hoax) yang sering tersebar malalui media sosial. Berita hoax bisa merusak nama baik orang lain, menimbulkan perselisihan, pertengkaran bahkan bisa menimbulkan perpecahan dikalangan ummat. Dalam menyikapi berita hoax, hendaknya kita berhati-hati dan bijak untuk menyikapinya. Kita harus tabayyun dengan mengecek terlebih dahulu kebenarannya. Terang Muharom. Dengan demikian, ia mengharapkan para penyuluh agama Islam agar lebih intensif berkomunikasi dengan stakeholder untuk meningkatkan kualitas penyuluhan sebagai upaya mengatasi permasalahan yang dialami oleh ummat. (Hd)