0 menit baca 0 %

Drs. H. Muharom: Pembinaan yang Intens Harus Bisa Membuat Jamaah Haji Mandiri

Ringkasan: Siak (Inmas) Dengan harapan mencapai target Bimbingan Manasik Haji Kabupaten Siak adalah Sehat-Santun-Mandiri-Mabrur, Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak melaksanakan bimbingan manasik haji. Kegiatan yang di hadiri oleh Kepala Kankemenag Siak, Drs.

Siak (Inmas) – Dengan harapan mencapai target Bimbingan Manasik Haji Kabupaten Siak adalah Sehat-Santun-Mandiri-Mabrur, Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak melaksanakan bimbingan manasik haji. Kegiatan yang di hadiri oleh Kepala Kankemenag Siak, Drs. H. Muharom dan Kepala Seksi PHU Kankemenag Siak, H. Zubir Efendi, MA dan Calon Jama’ah Haji Kabupaten Siak dari seluruh kecamatan bertempat di Masjid al-Aliim, Kamis, (06/02/2020).

Sebelumnya, dalam arahannya,  Kasi Penyelenggara haji dan Umrah (PHU), H. Zubir Efendi mengawalinya dengan menjelaskan bahwa pembinaan ini perlu dan sangat penting dilaksanakan. “Karena dalam bimbingan ini, rangkaian ibadah haji, mulai dari syarat haji, rukun haji, wajib haji, sunah Haji, hingga larangan-larangan selama menunaikan ibadah haji semua dijelaskan dengan mendetail. Oleh karena itu, ikutilah bimbingan ini dengan sebaik-baiknya, jika ada yang tidak tau atau tidak mengerti, tanyakan langsung pada narasumbernya”, ungkapnya.

Sementara itu, Kepala kankemenag Siak, Drs. H. Muharom menjelaskan banyak hal terkait dengan pelaksanaan musim Haji untuk tahun 2020 ini. “Ibadah haji ini adalah ibadah yang sangat dirindukan oleh setiap umat Islam, dan ibadah Haji ini merupakan rukun Islam yang kelima. Untuk itu, niatkanlah selalu dalam menunaikan ibadah haji ini hanya mengharap ridho Allah, jangan yang lain. Untuk itu pembinaan yang intens ini berguna agar calon jam’ah dapat mandiri agar beribadah lebih khusyu’”, ujarnya.

Selain menjelaskan tentang peraturan pemerintah dan undang-undang berkaitan dengan pelaksanaan haji di Indonesia. Kakankemenag juga membahas secara umum tentang Manasik Ibadah Haji yang meliputi materi Miqad, Ihram, Talbiyah, Tawaf, Sa’i, Wukuf di arafah, Mabid di Muzdalifah dan mina, melontar jumrah, serta Nafar awal dan Nafar Tsani.

Sebelum mengakhiri arahannya, H. Muharom mengingatkan kepada Calon Jamaah Haji agar selalu menjaga kesehatan seperti jalan, bersepeda, senam serta menjaga pola makan. Dan yang paling penting, para Calon Jamaah Haji harus menjaga sholat 5 waktu serta ibadah-ibadah yang lainnya, tegasnya. "Manasik haji melatih kita agar mengetahui apa saja yang harus dilakukan selama menunaikan ibadah disana (Tanah suci) serta sebagai penyesuaian dengan segala hal yang akan dilakukan selama berada di tanah suci," terangnya. (Hd)