0 menit baca 0 %

Drs. H. Muharom: Pembangunan Bidang Agama Sangat Berpengaruh Terhadap Kemajuan Bangsa

Ringkasan: Siak (Inmas) Pembangunan Bidang Agama di Negeri ini sangat penting mengingat itu merupakan amanah pendiri bangsa yang kemudian menjadi Sila Pertama di dalam butiran Pancasila. Oleh sebab itu, ini merupakan kerja besar bersama yang tidak mungkin hanya berpangku kepada pemerintah saja, tetapi harus me...

Siak (Inmas) – “Pembangunan Bidang Agama di Negeri ini sangat penting mengingat itu merupakan amanah pendiri bangsa yang kemudian menjadi Sila Pertama di dalam butiran Pancasila. Oleh sebab itu, ini merupakan kerja besar bersama yang tidak mungkin hanya berpangku kepada pemerintah saja, tetapi harus melalui semua lini sendi kehidupan masyarakat Negeri ini, termasuk di dalamnya Madrasah sebagai satu elemen penting di dalam dunia pendidikan di Indonesia”, ujar Kepala Kankemenag Siak, Drs. H. Muharom saat menyampaikan Materi terkait dengan Pembangunan Bidang Agama pada kegiatan Diklat Teknis Substanfif Kepala Madrasah Angkatan II di Lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Siak yang diikuti oleh 80 Peserta dari berbagai lintas madrasah yang ada di kabupaten Siak. Kerjasama antara KKM Kabupaten Siak dan Balai Diklat Keagamaan Padang, Sumatra Barat, Senin, (22/04/19).

Mengawali materinya, Muharom kembali menyempaikan 3 pesan Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) saat beliau mengikuti Rakornas beberapa waktu lalu di Jakarta. Dalam Rakornas tersebut, Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan tiga pesan kepada peserta Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama (Rakernas Kemang) tahun 2019. “Secara khusus beliau berpesan harus betul-betul mengantongi tiga matra yang harus menjadi ruh di jiwa kita, yaitu moderasi, kebersamaan dan integrasi data,” ujar Muharom.

Drs. H. Muharom menyampaikan bahwa moderasi adalah lawan dari ektrem, pemahaman moderasi beragama sangat penting, kerena itu sesuatu yang semakin relevan untuk menyikapi di tengah-tengah kehidupan ini. “Moderasi beragama tak perlu lagi di ragukan, namun harus dikukuhkan dan diimplementasikan dalam kehidupan. Moderasi beragama sangat memiliki relevansi dan tingkat urgensi yang tinggi di tengah-tengah kehidupan kita ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan tentang kebersamaan, karena itu sebagai pengikat dari agama satu dengan agama lainnya. “Kebersamaan juga sangat diperlukan, karena di tengah-tengah keberagaman yang semakin muncul di kehidupan kita, semakin keras dan tajamnya perbedaan di antara kita, maka kebersamaan menjadi pengikat, menjadi jambatan. Karena kita sama-sama umat beragama,” jelasnya.

Adapun yang ketiga, integrasi data agar jajaran Kemenag bisa meningkatkan kualitas kerja menjadi lebih baik lagi. “Pesan ketiga ini konteks internal Kemenag, saya ingin dalam meningkatkan kualitas kenerja dan kualitas pelayanan umat maka integrasi data menjadi sesuatu yang mutlak. Kemenag sebenarnya memiliki data yang sangat banyak, tinggal kita yang mengintegrasikan sehingga pendayagunaan dari data-data yang sangat besar bisa lebih optimal dan maksimal,” terangnya.

Terkait dengan pembangunan bidang agama, Muharom menjelaskan bahwa di Negeri ini, kedudukan agama dalam negara kita adalah sudah jelas. Dalam negara yang berdasarkan Pancasila, masyarakatnya harus smenghargai fungsi dan peran agama. Agama menerapkan bagian yang penting dalam kehidupan bangsa kita yang dikenal sebagai bangsa yang religius.

“Agama kita pandang sebagai salah satu wadah rohaniah bangsa kita, yang kita usahakan agar senantiasa menafasi gerak hidup kita sebagai bangsa yang berkeutuhan, sebagai usaha agar senantiasa manafasi gerak hidup kita sebagai bangsa berkeutuhan, sebagai bangsa yang menganut falsafat pancasila. Sudah sejak semula para pendahulu kita memandang betapa sengat pentingnya aspek-aspek rohaniah bangsa kita,” ulasnya.

“Di Kabupaten Siak sendiri kita di kementerian Agama bersama Pemerintah daerah Kabupaten telah banyak bekerjasama untuk memajukan dunia keagamaan dengan berbagai macam program diantaranya seperti, Porsadin, Fasi, Kampung Binaan Keluarga Sakinah, Maghrib Mengaji, Pariwisata Halal, MTQ, MDTW, Program Tahfiz al-Qur’an di setiap sekolah, Masjid layak Anak dan banyak lagi yang lainnya. Oleh sebab itu mudah-mudahan peran peserta Diklat ini dapat berperan aktif dalam memajukan SDM dalam bidang pendidikan agama di negeri kita tercinta ini,” harapnya. (Hd)