Siak (Inmas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Muharom saat menerima kunjungan dari Komunitas Pejuang Shubuh kabupaten Siak mendukung dan menyampaikan bahwa salah satu tugas dari Kementerian Agama adalah menjaga stabilitas keagamaan dan kemakmuran masjid. Oleh sebab itu, Muharom mengucapkan tahniah kepada Pejuang Shubuh Siak yang saat ini mendapat dukungan dari berbagai lapisan masyarakat tak terkecuali Pemda Siak.
“Pejuang subuh itu harus Istiqomah. Tidak semua orang mampu melaksanakan Shalat Shubuh secara berjama’ah di masjid, karena butuh kekuatan dan kesadaran yang ekstra. Apa itu kekuatan ekstara?. Kekuatan ekstara yaitu kekuatan iman yang didalamnya ada dorongn untuk bisa bangun melaksanakan shalat subuh secara berjamaah. Oleh sebab itu, setidaknya ada 4 hal agar kita tetap teguh dan Istiqomah yakni: 1) Perkokoh Iman,keyakinan kita kepada Allah SWT., 2) Jangan terlalu menggantungkan diri kita kepada dunia., 3) Jangan lupa perbanyak Dzikir dan Istigfar., 4) Berbuat baik,sebagaimana Allah berbuat baik kepadamu,” ujarnya.
Sementar itu, Ketua Pejuang Shubuh Siak, Totok Prasetyo, Lc menjabarkan, dalam sebulan ada empat kegiatan yang dipersiapkan Pejuang Subuh. Pekan pertama adalah subuh keliling di Kecamatan Siak hingga ke Kecamatan Mempura. Targetnya adalah masjid ataupun musala yang belum ramai jamaahnya. Di lokasi yang dipilih dilaksanakan pengajian agama hingga matahari terbit atau pukul 06.30 WIB. "Disediakan makanan ringan yang dananya dari jualan kue dan kacang yang kami lakukan," terang alumni Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin, Kecamatan Koto Gasib ini.
Pekan kedua, sambung Totko, dilaksanakan pelatihan fisik para anggota Pejuang Subuh dan remaja lainnya dengan olahraga bersama. Berikutnya pada pekan ketiga adalah menamatkan pembacaan Al-Qur'an usai Salat Subuh. Tujuannya untuk mengimbangi kebiasaan bermain gawai generasi muda dengan ajaran pada kitab suci Islam. "Pekan keempat pengajian dan pembekalan tema-tema remaja. Seperti, bagaimana menghadapi kegalauan remaja, tidak berpacaran, tidak merokok, dan lain sebagainya. Dengan konsep menjadikan hijrah lebih indah," terangnya.
Toto berharap anggota Pejuang Subuh tidak pernah bosan menyebarkan kebaikan kepada generasi muda. Dan untuk mencapai itu semua, Toto ingin semua pihak mendukung penuh gerakan yang diprakarsai remaja ini. "Tidak hanya di masjid, kedepannya kami akan berdakwah sambil berjualan kacang di pinggir jalan atau di lokasi anak muda bisa berkumpul," jelas Toto.
Apa yang dilakukan Pejuang Subuh ini akhirnya sampai ke Bupati Siak Alfedri. Orang nomor satu di negeri istana ini memberikan bantuan operasional berupa kendaraan roda empat. Penyerahan kunci secara simbolis dilakukan Alfedri di Masjid Al Fatah, Kecamatan Siak. Anggota Pejuang Subuh sangat gembira karena gerakan mereka lebih mudah menjangkau masjid di pelosok-pelosok desa. "Ini menjadi penyemangat bagi kami lebih giat mengajak masyarakat salat berjemaah di masjid," sebut Toto. (Hd)