0 menit baca 0 %

Drs. H. Muharom: MTQ Adalah Sarana Syiar Islam

Ringkasan: Siak (Inmas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Muharom dalam sambutan pada pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke XIII tingkat Kecamatan Pusako Tahun 2020 mengatakan, bahwa dari kegiatan MTQ ini Program Tahfidz Qur an  dan program Membaca Al Qur'an di Siak bangkit.

Siak (Inmas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Muharom dalam sambutan pada pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke XIII tingkat Kecamatan Pusako Tahun 2020 mengatakan, bahwa dari kegiatan MTQ ini Program Tahfidz Qur’an  dan program Membaca Al Qur'an di Siak bangkit. Menurut Muharom, program Tahfidz Qur’an di Siak Sudah Mulai Meningkat. "Ini lah yang harus kita galakan. Semoga dari kegiatan ini, masyarakat kembali menggalakan Program Maghrib Mengaji yang sudah mulai ditinggalkan”.

 

"MTQ adalah sarana syiar Islam. Salah satu faktor yang memacu dakwah adalah syiar. MTQ adalah kegiatan yang monumental, sebagai tanda-tanda atau peringatan yang mampu mengingatkan kita kepada Allah SWT. Acara MTQ semacam ini, harus dijaga dan dipelihara sebagai peringatan, agar ummat dapat mengambil pelajaran sebagaimana firman Allah SWT dalam QS al-Dzariyat: 55," demikian sambutan Kepala Kankemenag Siak pada pembukaan MTQ ke XIII Kecamatan Pusako Tahun 2020, Selasa Malam (25/02/20) di kampung Berbari.

 

Sebagai upaya memelihara Al-Quran, MTQ ini adalah bagian dari memelihara sekaligus memaknai kembali al-Quran. Ketika Al-Qur’an difungsikan hanya sebagai sarana pengusir syetan, sebagai pelaris dagangan, memperlancar bisnis, tolak bala, enteng jodoh dan lain-lain yang tidak diamalkan secara ‘aqliyah dan naqliyah, maka hal itu hanya menjadikan Qur’an sebagai kitab musiman, bahkan hanya pajangan. Hanya pelengkap dan aksesoris belaka, tanpa kemampuan memahamai serta mengaktualisasi isi kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

"Intinya adalah, amalkan al-Qur’an secara kaffah (total) selalu jadikan pedoman kita dalam setiap berusaha, bekerja, beribadah dan melakukan hubungan silaturahmi dengan siapapun," demikian sambutan Muharom. (Awl)