0 menit baca 0 %

Drs. H. Muharom : Jaga Islam di Negeri Siak Ini Agar Selalu Kokoh

Ringkasan: Siak (Inmas) Dalam sambutannya ketika menghadiri undangan untuk mengikuti acara Haul Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani ke-880, yang digelar di Rumah Suluk Riyadus Shalik Kampung Gabung Makmur kecamatan Kerinci Kanan, Senin (09/12/2019), Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs.

Siak (Inmas) – Dalam sambutannya ketika menghadiri undangan untuk mengikuti acara Haul Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani ke-880, yang digelar di Rumah Suluk Riyadus Shalik Kampung Gabung Makmur kecamatan Kerinci Kanan, Senin (09/12/2019), Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Muharom mengajak kepada masyarakat Kabupaten Siak agar senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dengan menjadikan Rasullah Muhammad dan para pewarisnya yakni para ulama semisal sosok Syaikh Abdul Qadir al-Jilani sebagai teladan.

Menurut Muharom hal ini bukan tanpa alasan. “Dari dahulu negeri Siak ini telah dikenal sebagai pusat islam dan Peradaban Islam di Bumi Melayu. Negeri Siak ini dari zaman dahulu telah dikenal dengan ketaatan penduduknya menjalankan agama Islam. Alhamdulillah sampai hari ini nilai-nilai Islam masih terlihat di negeri yang pernah dipimpin oleh Sultan-Sultan yang Shaleh dimana mereka merupakan cucu cicit keturunan dari Nabi kita Muhammad. Untuk itu tidak ada alasan masyarakat Muslim Kabupaten Siak jauh dari agama”, ujarnya.

Dalam sambutannya, Muharom juga kembali mengingatkan bahwa Kabupaten Siak memang baru berusia 20 tahun, tapi kerajaan Siak sudah ada sejak 1723 silam. Artinya Siak sudah ada sejak 296 tahun yang lalu. "Siak ini tempatnya orang yang mengerti agama, karena di negeri Jiran sana, sebutan orang Siak itu merupakan orang yang mengerti agama. Jadi identitas inilah yang harus kita jaga pertahankan dan terus dikembangkan,” tukasnya.

Terakhir, beliau berpesan agar senantiasa menjaga negeri yang dikenal dengan ke-shalehannya ini dengan syarat jaga dan syi’arkan Islam selalu di negeri ini dengan menjadikan ulama sebagai panutan. Dengan begitu Negeri Istana ini akan selalu dalam naungan rahmat Allah. “Jangan pernah jauh dari ulama. Umara dan Ulama harus seiring sejalan karena dengan begitu keberkahan itu dapat diraih”, pesannya. (Hd)