0 menit baca 0 %

Drs. H. Muharom Di Daulat Memberikan Ceramah Pada Perhelatan Yaumut Ta’aruf Ponpes Ittihadul Muslimin

Ringkasan: Siak (Inmas) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Muharom, selain memberi sambutan, juga didaulat untuk memberikan ceramah pada perhelatan akbar pekan perkenalan (yaumut ta aruf) di Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin, Kecamatan Koto Gasib, Rabu, (27/09/17).Dalam pembukaannya, Kep...

Siak (Inmas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Muharom, selain memberi sambutan, juga didaulat untuk memberikan ceramah pada perhelatan akbar pekan perkenalan (yaumut ta’aruf) di Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin, Kecamatan Koto Gasib, Rabu, (27/09/17).

Dalam pembukaannya, Kepala Kankemenag Siak menyampaikan”dengan usia Ponpes Ittihadul Muslimin yang telah mencapai 29 tahun, pasti telah banyak memberikan kontribusi bagi masyarakat dan perkembangan Islam di negeri ini. Apalagi ada dari alumni yang berhasil kuliah di luar negeri seperti Sudan, Mesir dan Malaysia ini sudah menjadi modal bagaimana kualitas pendidikan di pondok ini. Tetapi kita tidak boleh statis berhenti disitu saja, pesantren, alumni dan santri harus terus meningkatkan kualitas dan prestasi agar mampu bertahan di dalam dinamika kehidupan yang semakin banyak mendapat tantangan”, ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Muharom memberikan ceramahnya mengenai filosofi ungkapan yang populer, “Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat”.

Saat menguraikan ungkapan di atas, Muharom menjelaskan, Orang yang beruntung adalah orang yang mampu menjadikan hari-harinya lebih baik dari hari sebelumnya. Sebagai muslim, menjadi lebih baik merupakan pencapaian yang harus diraih setiap muslim. Karena orang yang hidunya hari ini lebih baik dari hari kemarin adalah orang yang beruntung. Sedangkan jika kita stagnan tidak maju dan tidak pula mundur maka kita tergolong orang yang merugi, karena menyia-nyiakan kesempatan yang Allah berikan. Dan yang terburuk adalah kalau dahulu kita baik, maju dan berkualitas, tetapi sekarang menjadi buruk maka kita termasuk yang dilaknat karena telah hilangnya semangat dan kesempatan yang setiap saat Allah berikan. (Hd)