0 menit baca 0 %

Drs. H. Muharom: al-Qur'an adalah Penuntun dan Tuntunan Hidup

Ringkasan: Siak (Inmas) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Muharom dalam sambutannya ketika menghadiri pembukaan MTQ Ke XVI Tingkat Kecamatan Koto Gasib di Kampung Buatan II kembali mengingatkan akan tugas Allah menjadikan manusia dimuka bumi ini sebagai khalifah hanya untuk beribadah kepa...

Siak (Inmas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Muharom dalam sambutannya ketika menghadiri pembukaan MTQ Ke XVI Tingkat Kecamatan Koto Gasib di Kampung Buatan II kembali mengingatkan akan tugas Allah menjadikan manusia dimuka bumi ini sebagai khalifah hanya untuk beribadah kepada Allah semata. “Untuk itu, sebagai seorang hamba, Allah memberikan panduan hidup di dalam menjalankan keta’atan kepada Allah, dan al-Qur’an merupaka kitab Suci yang Allah turunkan kepada kita untuk dijadikan sebagai pedoman utama dalam menghadapi apa saja problem di dunia ini”, ujarnya.

Lebih lanjut, Drs. H. Muharom juga menegaskan bahwa kebutuhan manusia terhadap al-Qur’an sangatlah besar, hal ini karena di dalam al-Qur’an Allah telah menjelaskan segala macam persoalan baik secara umum mapun terperinci. “Isi kandungan al-Qur’an adalah mutiara kebenaran hidup yang hakiki yang tak terbantahkan. al-Qur'an adalah penuntun dan tuntunan hidup yang dapat memadu serasikan kebahagiaan hidup, di dunia dan akhirat, menjadi esensi kebenaran hidup yang ingin dicapai setiap umat islam”, pesannya.

“Kepada seluruh generasi muda Islam Kecamatan Koto Gasib, Khususnya Kampung Buatan II, melalui MTQ ini, hendaknya benar-benar dijadikan filter penyaring dampak negatif kemajuan ilmu pengetahuan dan tekonologi yang dapat mengikis Iman dan Taqwa (Imtaq) kepada Allah, jadikan MTQ ini, salah satu tapak kokoh berpijak, untuk menjadi generasi muda yang peduli, kreatif, dan senantiasa melakukan perubahan ke arah kebaikan”, harap Muharom.

“Sedangkan kepada seluruh umat Islam, selain sebagai upaya memelihara kesucian al-Qur'an dan syiar Islam, hendaknya pelaksanaan MTQ ini, juga benar-benar dijadikan sarana dakwah yang maslahat, serta menjadi bagian penting pengamalan keseluruhan nilai-nilai islam sebagai tuntunan hidup yang hakiki”, sambungnya.

“Kemudian marilah kita selalu membudayakan maghrib mengaji, bukan maghrib menonton televisi. hal ini menjadi penekanan kami, karena ada kecenderungan, sebagian dari umat Islam kita lebih senang nonton sinetron usai shalat maghrib”, ajaknya. (Hd)