Pekanbaru (Inmas) – Seiring dinamika perkembangan masyarakat, peran Kemenag sebagai garda terdepan pembinaan umat dituntut untuk bisa bertransformasi secara luas menjadi pembina dan konsultan keagamaan bagi masyarakat. Melalui Kasi Kemitraan Umat, Publikasi Dakwah dan Hari Besar Islam (HBI) Bidang Penerangan Agama Islam dan Zakat Kanwil Kemenag Riau, upaya dalam meningkatkan penerangan dan Dakwah Islamiyah pada bulan Suci Ramadhan 1437 H, Kemenag Riau bekerja sama dengan Kemenag Kabupaten Kampar melaksanakan kegiatan safari Ramadhan.
Namun ada yang sedikit berbeda dari kunjungan Safari sebelumnya, karena kedatangan Tim Safari di Masjid Al Ikhlas tidak terlihat pejabat dari Pemkab setempat. Kondisi ini tidak mengurangi rasa dan semangat para Tim Safari Kemenag Riau beserta rombongan untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang diamanahkan.
Tim yang dipimpin langsung oleh Pgs Kanwil Kemenag Riau H Mahyudin MA ini, berkunjung ke Kecamatan Perhentian Raja Desa Pantai Raja, tepat di Masjid Al Ikhlas pada Senin (27/06) malam. Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 22.00 WIB ini. Ini Kali kedua pelaksanaan Tarling Safari Ramadhan setelah kunjungan ke Siak beberapa hari yang lalu.
Dalam sambutannya Kepala Kemenag Kabupaten Kampar Drs H Fairuz MA mengatakan kondisi masyarakat dalam menjalankan puasa selama bulan ramadhan masih aman dan kondusif, meskipun ada beberapa kelompok dan organisasi tertentu yang membawa ajaran-ajaran yang kurang baik bertentangan dengan ajaran Islam ditengah masyarakat. Namun hal tersebut dapat diatasi dengan baik, karena sebelumnya pihak Kemenag dengan Pemkab, Kejaksaan, MUI dan instansi terkait lainnya telah mengadakan rapat untuk mengatasi berbagai isu aliran keagamaan (sempalan) yang telah menyusup ditengah masyarakat Kampar. Pun untuk mengantisipasi masuknya aliran-aliran dan problem keagamaan di desa- desa yang ada di Kabupaten Kampar.
Untuk itu himbaunya, diharapkan kepada kita semua sebagai lembaga keagamaan, dapat bersinergi membangun masyarakat yang relligius dengan berbagai upaya kongkrit ditengah masyarakat. Pada kesempatan tersebut H fairus juga menyinggung masalah bagaimana memberdayakan dan meramaikan Masjid.
“Membangun hati jamaah tidak semudah membangun masjid, karena hati setiap insan itu jelas berbeda-beda”, ujarnya. Maka momen Ramadhan ini perlu strategi untuk menggiatkan keinginan jamaah untuk beribadah di Masjid. “Semoga kegiatan yang berlangsung saat ini dapat bermanfaat dan mendekatkan kita kepada Allah Swt”, tutupnya.(vera)