0 menit baca 0 %

Drs. H. Ahmad Rifa'i Wakili Kankemenag Siak Hadiri Acara Yaumut Ta’aruf Di Ponpes Ittihadul Muslimin

Ringkasan: Siak (Inmas) Sabtu, (22/09/18), Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Ahmad Rifa I menghadiri perhelatan akbar santri dalam rangka Yaumut Ta aruf (Pekan Perkenalan) yang ditaja oleh Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin. Selain Ahmad Rifa i, acara tersebut juga dihadiri oleh...

Siak (Inmas) – Sabtu, (22/09/18), Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Ahmad Rifa’I menghadiri perhelatan akbar santri dalam rangka “Yaumut Ta’aruf” (Pekan Perkenalan) yang ditaja oleh Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin. Selain Ahmad Rifa’i, acara tersebut juga dihadiri oleh Camat Koto Gasib, Dicky Sofyan, Kepala UPTD Pendidikan dan Kebudayaan, tokoh masyarakat dan ratusan wali santri yang antusias mengikuti acara tersebut.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Yaumut Ta’aruf, al-Ustadz Dirin, S.Pd.I menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan dan merupakan kegiatan terbesar yang ada di dalam Pesantren Ittihadul Muslimin. Kegiatan yang merupakan urunan antara pihak Pondok Pesantren dan wali santri ini dalam rangka memperkenalkan keluarga Ponpes Ittihadul Muslimin beserta system dan kurikulumnya kepada pemerintah dan khususnya para wali santri.

Melengkapi apa yang diutarakan oleh ketua panitia, Pimpinan Bidang Kesantrian Ponpes Ittihadul Muslimin, al-Ustadz Irsansi, S.Pd.I dalam sambutannya selaku pimpinan menyampaikan tentang sejarahnya Ponpes Ittihadul Muslimin dan makna hakikat kegiatan Yaumut Ta’aruf, “Ponpes Ittihadul Muslimin ini berdiri tanggal 06 Februari 1988 yang awalnya ditempatkan di Desa Buatan II dan pindah ke Desa Pangkalan Pisang pada tahun 1992. Ponpes ini berdiri atas prakarsa seorang ulama bernama Buya Ridwan Ali Salami asal Kabupaten Taluk Kuantan dan menetap di Kota Pekanbaru yang waktu itu berdakwah di desa Buatan II. Sampai saat ini Ponpes Ittihadul Muslimin telah memiliki 413 santri dengan 31 orang ustadz/ah”.

Berkenaan dengan kepondokan, al-Ustadz Irsansi menjelaskan, “kami mengundang bapak ibu dalam rangka memperkenalkan para ustadz/ah, system, kurikulum beserta aturan disiplin yang yang berlaku di pondok ini. Oleh sebab itu, kami mohon kerjasamanya kepada para wali santri untuk menghormati setiap peraturan yang sejak awal mendaftarkan putra/i-nya disini dan yang paling penting adalah percayakan sepenuhnya kepada para ustadz/ah untuk mendidik anak-anak kita disini. Oleh sebab itu, hendaklah setiap permasalahan yang diadukan oleh anak-anak kita tidak begitu saja ditelan bulat-bulat, hendaknya datang dan kita musyawarahkan bagaimana solusi yang terbaik” tutup alumni Ponpes Wali Songo, Ngabar, Jawa Timur ini.

Sementara itu, Camat Koto Gasib, Dicky Sofyan ikut mengamini apa yang disampaikan oleh al-Ustadz Irsansi. “saya sebagai orang yang pernah tinggal di asrama selama 4 tahun tentu mengetahui bagaimana kehidupan di asrama. Untuk itu, saya mendukung sepenuhnya program yang dijalankan di pondok ini, dan kepada wali santri hendaknya bekerja sama dalam memajukan dan menutupi segala keterbatan pondok ini tanpa selalu mencari-cari salah pondok” ungkapnya.

Selain menikmati penampilan para santri, acara yang berlangsung selama setengah hari ini kemudian dilanjutkan dengan sama-sama menyimak sambutan sekaligus ceramah yang disampaikan oleh Drs. H. Ahmad Rifa’i. Banyak hal yang disampaikan oleh Ahmad Rifa’i diantaranya mengenai, bagaimana system yang baik dan kompak akan melahirkan generasi muslim yang akhlaqul karimah dan berilmu. Inti dari sebuah keberhasilan sebuah lembaga pendidikan adalah ketika lulusannya mampu bermanfaat untuk banyak orang. Selanjutnya prioritaskan 3 amalan yang pahalanya tetap mengalir walaupun sudah wafat.

Acara kemudian ditutup dengan do’a yang dipandu oleh Ustadz Budi Utomo, S.Pd.I. Tepat tengah hari seusai acara para tamu dan suluruh undangan tampak nikmat menyantap hidangan makan siang yang telah disiapkan oleh pihak Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin. (Hd)