0 menit baca 0 %

DR Muhammad Fahri MA : Jadikan Alquran Sebagai Prioritas Hidup

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) – Sesuai dengan program kerja Kemenag untuk menyukseskan kegiatan syiar Islam di Bulan Ramadhan 1437 H, Kemenag Riau lakukan tarling ke beberapa Kab/kota. Untuk tahun ini kegiatan dilakukan fokus di tiga Kabupaten. Kampar termasuk menjadi destinasi kunjungan Tim safari Ramadh...

Pekanbaru (Inmas) – Sesuai dengan program kerja Kemenag untuk menyukseskan kegiatan syiar Islam di Bulan Ramadhan 1437 H, Kemenag Riau lakukan tarling ke beberapa Kab/kota. Untuk tahun ini kegiatan dilakukan fokus di tiga Kabupaten. Kampar termasuk menjadi destinasi kunjungan Tim safari Ramadhan Kemenag Riau pada Senin malam (27/06). Bertempat di Masjid Al Ikhlas Desa Pantai Raja Kecamatan Perhentian Raja kegiatan diawali dengan silaturrahmi dan buka bersama.

Safari ini merupakan kegiatan kedua setelah Kabupaten Siak beberapa waktu lalu. Setelah Sholat Isya dan tarwih berjamaah, acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh DR Muhammad Fahri MA.

Dalam tausiyahnya Fahri mengatakan pentingnya untuk meningkatkan kemampuan membaca, memahami dan melestarikan membaca Alquran. Sudah selayaknya Alquran menjadi prioritas perhatian kita terutama bagi generasi muda . Dengan pemahaman yang menyeluruh dan terperinci terhadap isi kandungan Alquran sebagai warisan Rasululullah yang harus dijadikan pedoman bagi seluruh umat muslimin, akan dapat membentengi moral anak bangsa dari pengaruh negatif perkembangan zaman.

Menurutnya Alquran adalah Mu’jizat yang diturunkan Allah kepada Rasulullah Saw Muhammad bin Abdullah, yang diawali dengan Surah Alfatihah dan diakhiri oleh Surah An-Naas.Terdiri dari 6660 Ayat yang dirinci dengan perintah yang jelas terhadap manusia, terangnya dengan penuh semangat.

Dijelaskannya Alquran sama sekali bukanlah hasil ciptaan atau rekaan Nabi Muhammad Saw, yang semata- mata merupakan hasil ciptaan karya Nabi, yang kemudian beliau akui sebagai firman dari Allah, yang tujuannya hanya untuk menguntungkan kepentingan pribadi Nabi Muhammad maupun kepentingan umatNya seperti yang dituduhkan oleh kaum kafir selama ini. Alquran merupakan satu-satunya kitab yang tidak ada campur tangan manusia didalamnya. Yang sangat teratur dan sempurna susunan redaksinya. Beliau juga memaparkan maknanya seperti yang sudah terkandung dalam Surah Al-Kaustar.

Alquran juga sebagai pembawa keselamatan dan kesuksesan dalam hidup, imbuhnya. Dengan menghayati dan menumbuhkan rasa kecintaan terhadap Alquran maka akan dapat menepis pengaruh negatif arus kemajuan teknologi dan informasi yang pesat seperti sekarang ini. Karena tidak sedikit sejarah berbicara tentang upaya non muslim yang ingin menghancurkan moral umat muslim dalam berbagai cara.

Lebih jauh tausiyahnya mengajak jamaah untuk mengevaluasi dan melihat lagi ke belakang. Doktor muda ini mengurai kisah tentang kepiluan umat Islam Andalusia (Spanyol) atas kekejaman seorang ratu yang bernama Isabella. Beliau menggambarkan kekeliruan umat muslim yang sering mengelu-elukan nama Isabela dalam bentuk lagu yang sudah dikemas sedemikian rupa untuk menarik minat masyarakat akan lagu tersebut. Setiap alunan lagu ini seperti membuka kembali kepedihan yang pernah dialami umat muslim di wilayah Granada. “Umat Islam yang awam agama tidak menyadari bahwa Lagu Isabela yang sering dinyanyikan melalui media itu sesungguhnya siapa? Dialah Ratu berdarah dingin yang membantai umat muslim di akhir abad XV” , terangnya. Lirik lagu tersebut seakan ingin mengabadikan kemenangan besar kaum Katolik atas umat Muslim disana. Dan tanpa disadari Umat Islam sudah terbodohi, ujarnya penuh penekanan.

“Baca Alquran, fahami dan pelajari isinya, hafalkan ayatnya serta amalkan isi dan nilai – nilai yang terkandung didalamnya dalam kehidupan”, pesan H Fahri menutup tausiyahnya.

Turut hadir dalam Safari tersebut Kabag TU Kanwil Kemenag Riau HM Saman S Sos I Msi, Kepala Kankemenag Kampar H Fairuz, Kasubbag Inmas Kemenag Riau H darwison MA, beserta sejumlah pejabat eselon Iv dilingkungan Kanwil Kemenag Riau, Kepala KUA Kecamatan Perhentian Raja, tokoh masyarakat, dan perangkat desa setempat.(vera)