Pekanbaru (Humas) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau laksanakan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad Saw dan Menyambut bulan suci Ramadhan. Acara tersebut mendatangkan penceramah Dr H Mawardi Saleh MA yang merupakan Dosen UIN Suska Riau.
Menurut Mawardi, Allah Swt memperjalankan Nabi Muhammad Saw pada pristiwa Isra Mikraj dalam rangka memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah Swt demi mengokohkan keimanan Rasullah karena Rasulullah baru saja diterpa berbagai cobaan seperti ditinggal istrinya Khadijah dan pamannya Abu Thalib, serta diusir bahkan dilempar oleh pemuda Thaif.
Dr Mawardi juga berharap agar dalam melaksanakan 5 budaya kerja Kementerian Agama dimulai dari iman dan takwa, dan menjadikan semua yang dilakukan di Kementerian Agama dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
Di awal ceramahnya, Mawardi mengingatkan supaya hidup manusia betitik tolak dari Alhamdulillah dengan penuh semangat, termasuk bekerja di Kementerian Agama. Beliau juga mengingatkan bahwa peristiwa isra mikraj adalah untuk kehidupan kini dan untuk kehidupan akhirat.
“Peristiwa isra dan mikraj merupakan hadiah istimewa Allah untuk Nabi Muhammad Saw karena telah lulus ujian besar, setelah lulus dari perjuangan berat dan keras dalam berdakwah dan bersikap benar,” kata Mawardi.
Menurut Dr Mawardi lagi, peristiwa isra mikraj erat kaitannya dengan shalat. “Perintah shalat dalam Alquran selalu dimulai dari kata aqama. Kata aqama itu sendiri maknanya adalah khusyuk. Sudahkah umat Islam khusyuk dalam shalat? Sudahkah shalat kita mencegah dari perbuatan keji dan munkar?” katanya bertanya sambil tertawa.
Khusyuk itu juga berarti tunduk. Yaitu seluruh aktivitas yang dilakukan mutlak tunduk kepada Allah semata. Untuk khusyuk tersebut harus ada tiga perasaan dalam hati. Pertama, perasaan takut (khauf) kepada Allah. Kedua, perasaan tumpuan harapan. Ketiga, perasaan membesarkan dan mengagungkan Allah Swt. “Ingat, khusyuk merupakan ruh shalat walaupun ia bukan rukun shalat. Walaupun para ulama mengategorikan khusyuk itu sendiri hanya sunat shalat,” lanjut Dr Mawardi berapi-api.
Lebih jauh dosen UIN Suska Riau ini menambahkan bahwa khusyuk itu akan terwujud jika seorang yang shalat memiliki iman. “Maka tugas kita adalah memiliki iman dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan tersebut,” kata Dr Mawardi.
Peringatan isra mikraj ini dilaksanakan oleh bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf pada Senin (25/05) di aula Kanwil Kemenag Provinsi Riau. (ghp)