Kampar (Inmas) – Dalam Menunaikan Ibadah Haji ini, yang perlu kita jaga adalah kekompakan dan kebersamaan, dan yang perlu kita jauhi adalah perpecahan atau saling salah menyalahkan. Demikian salah satu poin yang disampaikan Ketua Majelis Ulama Kab. Kampar Dr H Mawardi Muhammad Sholeh LC MA, saat memberikan evaluasi manasik haji tingkat Kab. Kampar tahun 2016, hari rabu (03/08), di Gedung Mahligai Bungsu Bangkinang Kota.
Hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA, Kepala Subbag Tata Usaha H Muhammad Hakam MAg, Kasi penyelenggara Haji dan Umrah H Dirhamsyah MSy, dan seluruh JCH Kab. Kampar.
Mawardi mengatakan, yang perlu juga kita jaga adalah hati dan ucapan kita, tentunya dengan memperbanyak sabar serta bertawakal kepada Allah SWT. Jika ada suatu masalah atau kesulitan, ucapkanlah Alhamdulillah dan beistiqfarlah. Karena, semua yang terjadi pada diri kita adalah atas kehendak Allah SWT, terimalah dengan ikhlas dan lapang dada.
Kemudian Yang perlu diperhatikan dalam ibadah haji adalah hal-hal yang bisa membatalkan ibadah haji atau hal yang dilarang dalam Ibadah haji atau berihram seperti, Mencukur rambut dari seluruh badan (seperti rambut kepala, bulu kumis jenggot dan lain-lainnya), Menggunting atau memotong kuku, Menutup kepala dan menutup wajah bagi perempuan kecuali jika lewat laki-laki yang bukan mahrom di hadapannya, Mengenakan pakaian berjahit yang menampakkan bentuk lekuk tubuh bagi laki-laki seperti baju, celana dan sepatu.
Dalam Ibadah haji atau berihram juga dilarang Menggunakan harum-haruman, Memburu hewan, Melakukan khitbah dan akad nikah, Jima (hubungan intim). Jika dilakukan sebelum tahallul awwal (sebelum melempar jumroh Aqobah), maka ibadah hajinya batal. Hanya saja ibadah tersebut wajib disempurnakan dan pelakunya wajib menyembelih seekor unta untuk dibagikan kepada orang miskin di tanah suci.
Selanjutnya Mawardi berpesan kepada JCH untuk selalu meluruskan niat hanya semata-mata mengaharap Ridho Allah Swt. Anggaplah ibadah haji yang akan kila laksanakan ini, adalah ibadah yang pertama dan terakhir buat kita. Jika kita menganngap ini adalah ibadah yang terakhir buat kita, tentu yang ada dibenak kita hanyah beribadah kepada Allah Swt.
Masalah pembayaran DAM, Mawardi berpesan untuk membayarnya langsung ke lembaga resmi yang telah ditunjuk oleh Pemerintah, seperti Bank Rajhi. Jangan sampai kita tergoda dengan membayar DAM murah melalui calo atau yang lainnya. Hal ini perlu menjadi perhatian kita bersama, agar ibadah haji yang kita tunaikan tahun ini, betul-betul bisa kita laksanakan dengan sempurna, dan mendapatkan haji yang mabrur. Ingat…!, "Haji mabrur tidak ada balasannya kecuali Surga", pungkas Mawardi. (Ags)