0 menit baca 0 %

Dr Mawardi : Jadilah Kita Orang Yang Bermanfaat Buat Orang Lain

Ringkasan: Kampar (Inmas) – Jadilah kita orang yang bermanfaat buat orang lain, jangan sebaliknya, kita menjdi perusak atau membawa kesengsaraan buat orang lain. Demikian salah satu poin yang disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab Kampar yang juga Mufti Riau Abuya Dr H Mawardi Muhammad Shole...

Kampar (Inmas) – Jadilah kita orang yang bermanfaat buat orang lain, jangan sebaliknya, kita menjdi perusak atau membawa kesengsaraan buat orang lain. Demikian salah satu poin yang disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab Kampar yang juga Mufti Riau Abuya Dr H Mawardi Muhammad Sholeh Lc MA, dalam acara Pemantapan dan pembekalan Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom), hari selasa (09/08), dialula lantai II Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar.


Mawardi mengatakan, hal ini perlu menjadi perhatian kita bersama apalagi saat ini kita daduhulukan satu langkah dari yang lainnya, dipercaya sebagai Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom). Ingat…!, Apa yang kita pimpin ini akan kita pertanggung jawabkan di Akhirat Kelak. Untuk itu, luruskan niat hanya semata-mata mencari ridho Allah Swt.


Menjadi Karu dan Karom ini yang harus kita ketahui adalah apa-apa saja yang menjadi rukun Haji, wajib haji, hal-hal yang dilarang dalam ibadah haji, dan hal-hal yang disunnahkan dalam ibadah haji. Kemudian yang harus kita ketahui, kapan melakukannya, berapa jumlahnya, bagaimana tata caranya dan lain sebagainya, papar Dirhamsyah.


Pelajari buku manasik haji yang telah diberikan oleh Kementerian Agama, jika ada selisih paham atau yang lainnya, tanya langsung kepada Ketua Kloter atau Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI). Karena merekalah yang dipercaya oleh Pemerintah dalam membimbing kita menunaikan ibadah haji tahun ini, jelas Mawardi.


Kemudian dalam pembayaran DAM, carilah yang paling aman. Karena DAM ini sama dengan berqurban. Dalam Berqurban, berilah yang terbaik diantara yang baik. Ini artinya, jangan sampai membayar DAM memilih yang paling murah. Seperti membayar DAM kepada mikimin yang hanya 200 real, sedangkan di Bank Al-Rajhi sekitar 400 real. Lalu kita memilih yang 200 real, ini tentu akan merusak ibadah kita. Untuk itu, bayarlah langsung DAM tersebut melalui lembaga resmi Pemerintah seperti Bank Al-Rajhi, kalau tidak bisa, minta bantuan kepada ketua Kloter atau TPIHI. Anggaplah ibadah haji yang kita lakukan ini, adalah ibadah yang pertama dan terakhir buat kita, pungkas Mawardi. (Ags)