Kampar (Inmas) – Diera globalisasi ini, peran da’i sangat dibutuhkan, mengingat saat ini banyak aliran-aliran baru yang menyesatkan. Demikian disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia Kab. Kampar Dr H Mawardi Muhammad Sholeh Lc MA, dalam acara acara Silaturrahim Imam dan Da’i se-Kabupaten Kampar, hari jum’at (12/08), di Hotel Bangkinang Baru. Hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Fairus MA, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kec. Bangkinang Kota H Mendra Siswanto MSy, dan puluhan imam dan da’i se-Kabupaten Kampar.
Mawardi mengatakan, saat ini banyak masalah-masalah umat yang harus diselesaikan, mulai dari ajaran-ajaran yang menyesatkan, sampai dengan resahnya masyarakat akibat penyampaian da’i yang menyalah-nyalahkan atau membida’ah-bida’ahkan orang lain. Inilah tangtangan-tantangan yang harus kita sikapi dengan bijaksana, agar ummat ini tidak terpecah belah.
Dalam menyampaikan tausiyah, hendaknya menjauhi hal-hal yang berbaur khilfiyah, sampaikanlah hal-hal yang memacu semangat jema’ah untuk beribadah, jadikanlah perbedaan pendapat sebagai rahmad, jangan jadikan sebagai perdebatan yang pada akhirnya memecah belah antar sesama jema’ah.
Mengenai ajaran-ajaran baru yang menyesatkan, Mawardi menghimbau kepada seluruh da’i untuk ikut memantau perkembangan-perkembangan yang terjadi di kampung-kampung atau Desa-Desa. Jika ada terdapat ajaran-ajaran yang menyimpang, laporkan ke Kantor Kemenag Kampar, dan tembuskan ke Kantor MUI Kab. Kampar, kemudian hal ini akan kita bahas dengan sebaik-baiknya, pungkas Mawardi. (Ags)